Restoran Ini Batasi Pesanan Pengunjung Berdasarkan Berat Badan

Apa yang kamu bayangkan jika datang ke restoran? Sajian yang nikmat, pelayanan yang prima, dan suasana yang menyenangkan. Namun apa jadinya jika sebuah restoran mengharuskan setiap pengunjungnya menimbang badan sebelum memesan? Inilah yang terjadi di sebuah restoran di China. Tempat makan yang mengandalkan daging sebagai menu utamanya itu membatasi pesanan pengunjung sesuai berat badan.

Sebuah restoran di China memberlakukan kebijakan yang terdengar aneh, restoran itu meminta para tempat makan bernama Chuiyan Fried Beef di Kota Changsha, Tiongkok mengharuskan pengunjung menimbang berat badannya sebelum memesan makanan. 

Dilansir dari South China Morning Post, pengunjung yang akan mengunjungki Chuiyan Fried Beef akan menimbang berat badan dan mencatatnya pada sebuah aplikasi yang akan menentukan menu berdasarkan nilai gizi dan kalori makanannya. Peraturan ini secara khusus mengatur jumlah pesanan yang diperbolehkan bagi tiap pengunjung.

Pengunjung perempuan dengan berat kurang dari 40 kg, tidak diizinkan memesan lebih dari dua menu makanan, sedangkan pengunjung laki-kaki yang beratnya berkisar antara 70-80 kg diperbolehkan memesan hingga tiga makanan.

Namun rupanya peraturan ini memancing protes keras netizen China di media sosial. Dilaporkan sebuah tagar penolakan peraturan itu telah dilihat dari 300 juta kali. Menanggapi hal ini, pihak restoran menyampaikan permintaan maaf secara resmi melalui platform media sosial, Weibo.

“Fokus kami untuk menganjurkan pengunjung untuk tidak membuang makanan dan mengedukasi mereka untuk memesan makanan dengan cara yang sehat,” bunyi pernyataan Chuiyan Fried Beef di Weibo.

“Kami tidak pernah memaksa pengunjung untuk menimbang berat badan mereka,” tambah restoran tersebut.

Mengalami Masalah Pengelolaan Sampah Makanan

Kebijakan aneh restoran tersebut rupanya berawal dari imbauan dari Presiden Xi Jinping. Xi mengatakan jika negaranya menghadapi masalah sampah makanan yang serius. Ia juga menyatakan bila China harus mengambil langkah konkrit untuk menghindari terjadinya krisis keamanan pangan. 

Pernyataan Presiden tersebut membuat para pelaku industri makanan meresponnya dengan memberlakukan kebijakan yang cukup meresahkan pengunjung. Tetapi ada cara lain yang diadopsi pemilik restoran agar makanan tak terbuang sia-sia. Menurut media lokal, sejumlah restoran meminta pengunjung  untuk memesan makanan lebih sedikt dari jumlah orang pada satu meja.