Jelajah Porkliner Nusantara

Jelajah Porkliner atau kuliner babi sudah menjadi standar gaya hidup mereka penyuka makanan non halal di beberapa kota besar negeri ini. Terlepas dari kontroversi mengenai larangan untuk memakan daging si sapi pendek ini, baik dari sisi kepercayaan maupun kesehatan, membahas tentang daging yang satu ini selalu menjadi topik yang menarik! Apalagi jika mengupas sepak terjang kulinari-nya, atau sekarang lebih dikenal dengan istilah Porkliner.

Jelajah Porkliner negeri ini identik dengan makanan khas dari Batak, tepatnya dari Sumatera Utara, yakni Saksang dan Panggang Babi. Dalam tradisi kulinernya daerah ini tidak membatasi makanan-makanan khasnya dengan aturan halal atau non halal. Makanan terbaik mereka lahir dari Babi. Pusat seni kulinernya sendiri lahir di dataran tinggi Batak, tepatnya di kawasan Tanah Karo, kota Kabanjahe dan Berastagi. Dengan campuran darah dari Babi sebagai kuahnya, maka daging Babi tersebut disebut Saksang. Sementara yang dibakar adalah Panggang. Tak lupa, sambel Andaliman yang berasal dari kulit luar buah beberapa jenis tumbuhan anggota marga Zanthoxylum (suku jeruk-jerukan), dan sup kaldu yang terbuat dari rebusan tulang Babi, akan menjadi hidangan yang sangat sempurna bagi penyuka masakan khas Batak ini. Anda akan sangat mudah menjumpai jenis masakan ini di warung BPK (Babi Panggang Karo) atau Lapo. Biasanya lebih gampang mencari Lapo, selain jumlahnya lebih banyak, orang Indonesia lebih familiar dengan nama yang satu ini. Di Jakarta Frewnky bisa telusuri sepanjang Jalan Pramuka, di mana di sana terdapat beberapa Lapo super heits seperti Ni Tondongta, Naga Lapo, Lapsito, Lapo Filipi, dan Lapo Siagian Boru Tobing.

Jelajah Porkliner selanjutnya adalah Bakmi. Jenis makanan seperti ini lebih masif lagi jumlah penggemarnya. Beberapa yang beken di antaranya adalah Bakmi Ahau 38 di Mangga Besar, Bakmi Lamlo Pantai Indah Kapuk, Bakmi Agoan Gambir, Bakmi Abun Pasar Baru, The Legendary Bakmi Holiaw Kelapa Gading, Pangsit Mie Palu Kelapa Gading, Mie Benteng Kopyor Kelapa Gading. Mungkin Anda punya favorit sendiri untuk resto Bakmi non halal, tapi kami merekomendasikan tempat-tempat di atas barusan.

Jelajah kuliner selanjutnya adalah Bubur. Jagoan-jagoannya adalah Kamseng restoran Mangga Besar, Bubur Tangki Kelapa Gading, A Guan Bubur Tangki 18 Kedoya dan Akhun Jelambar. Nama-nama barusan sudah teruji keenakannya. Banyak yang ketagihan! Dan, hebatnya mereka berhasil memengaruhi anggota keluarga masing-masing untuk menjadi loyalis kuliner tempat-tempat tadi.

Sementara pilihan kuliner Babi terbaik di Bali kami memilih Naughty Nuri’s Seminyak yang beken dengan Pork Spare Ribs-nya, Babi Bagus yang terkenal dengan babi guling dan pork belly-nya, Souphoria yang terkenal dengan nasi goreng babi, sop iga babi, dan rendang babinya, lalu Pork Star yang populer dengan Pork Belly with truffle Sauce dan Pork Ribs-nya, Warung Cahaya yang identik dengan nasi babi sambel matah-nya, Babi Guling Jero Kawan yang harganya murah banget, cuma 25 ribu rupiah saja, Sate Babi Bawah Pohon yang sempat sangat viral karena keempukan satenya, Babi Guling Ibu Oka yang kalau mau makan di situ selalu ngantri, Warung Dayu Kuta yang juga menyuguhkan nasi campur babi guling, Babi Guling Candra yang terkenal dengan porsi besarnya, Babi Guling Men Agus yang dagingnya sangat lembut, dan Warung Babi Gulin Pak Malen yang tersohor hingga ke seluruh dunia.

Jelajah Porkliner untuk di Medan sendiri tempat-tempat makan larisnya masih didominasi nama-nama seperti BPK Tesalonika Medan Baru, BPK Haleluya Medan Baru, Dapur Batak Roma, Rumah Makan Olakisat, Rumah Makan Sitanggang, BPK Daud Sitepu, Rumah Makan Ondo Grill Batak yang terkenal dengan kulit krispi babi-nya, Rumah Makan Tabona yang terkenal dengan bihun babi-nya, dan Cha Sio Afuk 88. Mungkin ada pilihan Frewnky yang tidak termaktub di artikel ini. Ya namanya juga pemilihan versi Vantage, jadi ya sori dori mori kalau-kalau agak subyektif. Hehe.