Korban Pandemi Berikutnya: Pesta Bir Terakbar Sedunia Resmi Dibatalkan

Pandemi virus corona memang telah memberi dampak besar di segala aspek. Banyak yang merugi akibat penyebaran virus ini. Salah satunya adalah batalnya beberapa perhelatan besar tingkat dunia. Acara berikutnya yang menjadi korban adalah Oktoberfest yang biasa di helat di kota Munich, Jerman. Untuk mencegah penyebaran Covid-19, acara yang kerap dihelat pada pertengahan bulan September sampai Oktober resmi dibatalkan. Hal ini menjadi kali pertama Oktoberfest dibatalkan sejak jaman Perang Dunia II.

Terpaksa Dibatalkan

Dikutip dari The Guardian, pemerintah kota Munich telah membatalkan perhelatan pesta minum bir terbesar dunia, Oktoberfest pada tahun ini. Alasannya tak lain dan tak bukan adalah untuk mencegah penyebaran virus corona. Acara yang telah berumur lebih dari 200 tahun ini selalu berhasil menarik sekitar 6 juta wisatawan setiap tahunnya untuk datang ke ibu kota Bavaria. Perhelatan ini pun telah masuk menjadi salah satu acara besar di kalender acara negeri Der Panzer.

Presiden Bavaria, Markus Söder menyatakan bahwa perhelatan Oktoberfest bila tetap dilaksanakan akan menjadi risiko bagi kesehatan publik. Apalagi daerah ini menjadi salah satu yang mengalami dampak terburuk akibat pandemi COVID-19 di Eropa. 

“Hidup dengan virus corona berarti kita harus lebih ekstra hati-hati. Selama belum ada vaksinasi, kami perlu lebih sensitif. Kami telah sepakat bahwa risiko ini terlalu besar, kompromi (untuk tetap mengadakan acara) tak akan membantu,” ujar Söder dikutip dari The Guardian.

Festival Oktoberfest setiap tahunnya mendatangkan banyak keuntungan bagi kota Munich, ibu kota Bavaria. Pada tahun 2019 lalu, acara ini memberikan pemasukan sebesar 1,2 miliar euro atau setara dengan 20,2 triliun rupiah. Jelas angka yang luar biasa besar dan menjadi pukulan telak bagi perekonomian ibu kota Bavaria. Khususnya bagi sektor pariwisata, dimana bisnis hotel, restoran, dan para sopir taksi akan kehilangan penghasilan.

“Ini benar-benar emosional dan menjadi momen sulit bagi perekonomian kota,” tutur Dieter Reiter dilansir dari The Guardian.

Oktoberfest sedianya akan diadakan pada tanggal 19 September sampai 4 Oktober 2020. Acara ini mampu menarik wisatawan dari berbagai belahan dunia untuk datang. Mereka yang datang biasanya akan menghabiskan waktunya untuk minum bir Jerman di tenda jalanan kota Munich. Tak hanya itu, mereka juga menyantap hidangan khas Bavaria dan berdansa. Bahkan mereka yang merayakan festival ini memakai pakaian tradisional khas Jerman.

Awalnya Diadakan Untuk Merayakan Pernikahan Putra Mahkota Bavaria

Berdasarkan info dari Encyclopaedia Britannica, festival Oktoberfest pertama kali diadakan pada 12 Oktober 1810 sebagai perayaan pernikahan dari putra mahkota Batavia, yang kemudian menjadi Raja Louis I. Ia menikahi Putri Therese von Sachsen-Hildburghausen. Festival diadakan lima hari yang diramaikan dengan pacuan kuda.

Setahun setelahnya perhelatan pacuan kuda digabung dengan pameran hasil pertanian setempat. Baru pada tahun 1818 acara ini diramaikan dengan kedai-kedai yang menjual makanan dan minuman khas.  

Di akhir abad ke-20, kedai makanan dan minuman tadi berubah menjadi kedai minum bir yang luas. Dengan penataan balkon dan panggung musik di dalam ruangan. Seluruh pembuat bir di kota Munich berkumpul di tenda yang berkapasitas sampai 6.000 orang.

Selama festival ini, konsumsi bir diperkirakan mencapai 65.000 liter yang setara dengan 1.4 juta galon. Para pembuat bir juga terlibat pada parade yang diharuskan memakai pakaian tradisional. Selain minum bir, festival ini juga diramaikan dengan permainan khas, pertunjukan musik dan dansa, serta wahana hiburan lainnya.