Mengusik Selatan di Malam Hari

Mengusik Selatan Jakarta di malam hari, seperti menjalin pertemanan dengan populasi lama. Selama dua puluh tahun terakhir, wajah yang dilihat itu lagi itu lagi. Warna yang dilihat, itu itu juga. Dan ambience yang tercipta, masih sama, begitu-begitu juga. Hanya kontennya saja yang berbeda, meski selalu berbau lama.

Mengusik Selatan Jakarta, seperti mengungkit luka lama menabur hasrat baru. Banyak pembaharuan, namun dipenuhi kenangan-kenangan masa lalu. Mau ke Blok M dan sekitarnya, pub dan club-nya tak terlalu banyak perubahan dramatis, bangunannya masih itu-itu juga, hanya kemasannya saja yang berbeda. Jangan berbicara Lipstick atau Happy Day, itu untuk yang susah beranjak dari disko ceria muda bergairah, kita berbincang yang dewasa-dewasa saja, seperti Beyond Bar, dan beberapa Kafe di Kemang, lalu night club langganan ekspat yang berjejer di Tirtayasa, itulah yang mengusik kami.

Mengusik Selatan Jakarta, bak mencari selir dengan kualitas yang sama bagusnya dengan pasangan pertama. Kepiawaian rayuan yang dientaskan, akan menjadi perhitungan tawaran yang tentunya akan berbuah hasil yang mendekati sempurna. Di masa sekarang wajah tidak menjadi penilaian utama, pembahasan pengetahuan mengenai dunia malam, menjadi perhitungan. Beyond Bar memang klasik, se-klasik pengunjungnya. Mereka menawarkan materi klasik disko yang lumayan menarik. Pelbagai playlist seputar mega hits 70’s, 80’s, 90’s, hampir setiap hari selalu berkumandang. Anda termasuk pria atau perempuan berusia di atas 35 tahun dan ogah move on dari selera lagu di waktu muda? Tempat ini bisa dijadikan salah satu pilihan di kala suntuk. Sementara untuk kemang, tersisa Triple Nine, Dronk, Nu China, Rooftop, Dingdong Disko, dan Duck Down Pizza. Crowd mereka terbilang gress, tapi coba Anda perhatikan secara seksama, masih terdapat wajah-wajah lama yang bersandar, mulai dari DJ sampai audience. Yang dulunya pengunjung, sekarang statusnya banyak yang beralih menjadi Owner dan Co-Owner.

Beberapa tempat baru yang berderet di daerah Gunawarman, Wijaya dan Senopati adalah The New Kemang. Ya, mereka menggantikan singgasana era kedigdayaan Kemang yang perlahan memunah. Sebut saja Leon, Duck Down Bar, Bar Gina, Savoy Ultra lounge, Sofia, Old Temple, yang menarik untuk ditelisik lebih jauh dari sisi kehidupan malamnya. Juga beberapa cafe yang nge-hits dan memiliki menu andalan super sedap santap seperti Wilshire, Fitzroy, Branche, Le Quarter, Cacaote, Torino Osteria, Yellow Fin, Shabu Gin, Seorak Chueotang, plus beberapa tempat lainnya yang saya tiba-tiba lupa namanya. Dan perhatikan lagi secara mendetail, jika Anda anak lama, secara samar Anda akan menjumpai wajah-wajah lama yang bertebaran di tempat-tempat di atas. Ya, kehidupan malam di Selatan Jakarta tidak banyak perubahan. Hanya ada beberapa touch up saja di konten mereka. Kendala dan kendalinya masih sama seperti dulu, karena riaknya pun masih dipantau pemain lama.