Midnight City di Jakarta Kota

Jakarta kota merupakan belantara yang menjadi opsi bagi mereka kaum hampa yang sering merasa kesepian di tengah hiruk pikuk metropolitan. Banyak dari mereka yang lebih memilih berkelana semu Midnight City sebagai solusinya.

Di kawasan Taman Sari Jakarta kota, banyak tersedia wisata gemerlap malam untuk kelas B, C, D. Selain arena makanannya yang menantang, di sana tersedia macam-macam diskotik yang bakal membuat para pecinta ‘olahraga’ midnight datang kembali. Sensasinya? Menurut yang sudah datang: kaliber! Ada Pujasera, club yang buka dari jam 10 malam dan tutup pukul 10 pagi. Tempat ini memiliki loyalis market dengan ketahanan begadang yang se-edan-edan-nya! Mundur sedikit 1 kilometer, Frewnky bakal menemukan Crown. Sebuah sensasi luar biasa bagi penikmat suasana ala-ala homses. Di mana setiap pengunjung bisa menikmati me time se-enak-enak-nya, dalam waktu yang tak terbatas, dan tentunya ditemani bidadari-bidadari crown yang selalu siap sedia mendengar curhatan pekerjaan serta kehidupan Anda. Selain minuman, mereka pun menyediakan pelbagai kebutuhan ‘lain’ untuk kegiatan midnight city Anda.

Sedikit agak ke ujung, ada Colloseum yang fenomenal dan dapat menampung audience dalam jumlah banyak. Disinyalir tempat yang rutin mengundang DJ-DJ manca ini dapat menghimpun pengunjung hingga ribuan. Crowd-nya multi ras, dan rerata musik yang disajikan tidak jauh dari electronic dance music. Lalu masih di venue yang sama, ada BAIA yang tahun lalu sempat underground sekali, namun sekarang menjadi agak kaku, karena kebanyakan sofa. Mereka menyajikan cipratan LED yang luar biasa fantastis! Bahkan bisa memberikan efek luar biasa bagi Frewnky yang sedang dalam kondisi ‘ter-enaknya’, untuk melakukan gerakan-gerakan dansa terbaik-nya. Tempat ini tidak sebesar kakaknya, Colloseum, tapi yang datang terkurasi dengan baik, sehingga Frewnky bisa melakukan perjalanan disko tanpa harus ja’im. Bagi yang ingin berkelana ‘Midnight City’ dalam bentuk yang lebih gelap, bisa juga menyambangi Illigals, di sini musiknya kadang enak, kadang ya begitu deh, namun cocok bagi mereka yang ingin menambah ekstra kegiatan disko, di mana setelah capek jogedan, Illigals menyediakan room jam-jam-an maupun kamar-kamar hotel, yang ada paket ‘hiburan penambah’ lainnya. Apakah itu? Cari tahu saja sendiri.

Tambahan lagi sedikit, sidik punya sidik, ternyata peminat karaoke itu lebih besar daripada clubbers-nya sendiri. Jika ditelusuri secara mendalam dan lebih jernih, jumlahnya bisa mencapai ribuan. Ini benar-benar harus dibuktikan dengan penyelidikan langsung, yang mana tidak dapat dilakukan hanya dalam waktu 2 atau 3 hari. Kami butuh lebih dari sebulan untuk mencoba memastikan kebenarannya. Itu pun jika dimodali persiapan finansial yang sangat memadai. Karena di satu tempat karaoke, minimal masing-masing kepala harus bawa sekitar 3 juta. Jika tim kami ada 3 orang, lebih kurang ya 10 juta, lah. Itu baru satu tempat saja, lho. Bayangkan jika kita melakukan karaoke club hoping seluruh Jakarta, mungkin budget yang diperlukan untuk sebulan bisa mencapai 1 miliar. Berarti edan juga, ya, pemasukan dari masing-masing tempat karaoke, apalagi yang hits banget!