Mau Liburan Ke Bali? Syaratnya Mudah, Cukup Nyalakan GPS

Wacana new normal membawa angin segar bagi dunia pariwisata tanah air. Banyak daerah yang sudah membuka kembali kawasan wisatanya untuk para traveler. Bali sebagai kawasan wisata yang paling populer di tanah air pun tak ketinggalan untuk membuka aktivitas pariwisatanya. Meski begitu terdapat beberapa persyaratan bagi wisatawan yang ingin berlibur ke Bali. Selain harus terbukti bebas dari Covid-19, wisatawan juga diminta untuk terus mengakitfkan GPS selama di pulau Dewata untuk alasan keamanan. 

Bali terus bersiap untuk membuka kembali kawasan wisatanya di masa kenormalan baru (new normal). Pemerintah setempat mulai mengoperasikan beberapa destinasi wisata secara bertahap. Meski pandemi belum mereda, Bali telah mempersiapkan beberapa peraturan yang harus ditaati oleh wisatawan lokal yang ingin datang ke pulau Dewata. Tentunya peraturan tersebut dibuat guna mengurangi risiko penularan Covid-19.

Dilansir dari CNBC, Gubernur Bali, I Wayan Koster telah menerbitkan aturan baru tentang syarat wisatawan lokal yang ingin datang ke Bali. Aturan tersebut tercantum dalam Surat Edaran (SE) No. 15243 tahun 2020. Lebih lanjut dalam surat edaran tersebut memuat beberapa dokumen yang harus dibawa wisatawan kala datang ke Pulau Dewata, yang di antaranya:

Menunjukkan Bukti Bebas Covid-19

Setiap wisatawan yang datang ke Bali harus bebas dari Covid-19. Adapun wisatawan diwajibkan untuk menunjukkan Surat Keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR (Polymerase Chain Reaction) atau minimal hasil non-reaktif rapid test dari instansi yang berwenang.

Masa berlaku Surat Keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil non-reaktif rapid test untuk berkunjung ke Bali adalah paling lama 14 hari sejak Surat Keterangan tersebut dikeluarkan.

“Bagi wisatawan yang telah menunjukkan surat keterangan yang masih berlaku, tidak lagi diwajibkan melakukan uji swab atau rapid test, kecuali mengalami gejala klinis Covid-19,” ujar Gede Pramana, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali dilansir dari CNBC.

Mengisi aplikasi LOVEBALI

Setiap wisatawan yang ingin ke Bali juga diwajibkan mengisi data diri di aplikasi LOVEBALI melalui laman resminya. Untuk memastikan hal ini, setiap pemilik usaha akomodasi pariwisata di Bali juga diwajibkan untuk memantau setiap pengunjung atau wisatawan apakah sudah mengisi aplikasi tersebut atau belum.

Wajib Menaati Protokol Kesehatan

Mungkin hal ini sudah jadi standar di mana-mana, tak terkecuali jika wisatawan datang ke Bali. Pemprov Bali juga memasukkan aturan ini dalam surat edaran yang disebarkan. Selama berlibur di Pulau Dewata, wisatawan wajib menggunakan masker atau pelindung wajah, tak ketinggalan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau membawa hand sanitizer.

Seperti protokol kesehatan standar lainnya, wisatawan yang datang ke Bali juga diwajibkan menjaga jarak minimal satu meter ketika berinteraksi. Wisatawan juga diwajibkan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) selama berwisata di Bali.

Mengaktifkan GPS

Peraturan terakhir, wisatawan yang datang ke Bali juga dihimbau untuk selalu mengaktifkan fitur Global Positioning System (GPS) pada gawai pintar selama berwisata di Pulau Dewata. Hal ini dimaksudkan untuk upaya perlindungan dan pengamanan wisatawan. Dengan mengaktifkan GPS, pemerintah setempat tidak akan meretas privasi para traveler. Melainkan jika wisatawan mengalami masalah ketika berlibur di Bali akan mudah dilacak melalui fitur GPS.

Jadi, sudah siapkah kalian berlibur ke Pulau Dewata di masa new normal?

Kredit foto: Hotels.com