Salah Satu Bukti Indahnya Ibu Pertiwi Ada di Banyuwangi

Memiliki julukan sebagai “Sunrise Of Java” memang tak sekedar omong kosong belaka. Banyuwangi menawarkan pesona wisata yang menarik untuk dikunjungi. Beragam pilihan destinasi mulai dari pegunungan hingga pantainya yang indah siap memanjakan wisatawan yang datang. Rasanya tak habis mengeksplor kota di ujung timur Pulau Jawa ini.

Dikenal sebagai daerah yang menjadi persinggahan wisatawan yang ingin menyebrang ke Pulau Bali, nyatanya Banyuwangi juga tak kalah dalam urusan pariwisatanya. Dianugerahi dengan luasnya wilayah, Bumi Blambangan memiliki segudang destinasi wisata ciamik yang pandai memanjakan setiap insan.

Sekedar saran bagi anda yang ingin berkunjung ke Banyuwangi, sebisa mungkin anda sisihkan waktu yang cukup untuk berpergian. Alasan pertama karena Anda bisa lebih leluasa memilih moda transportasi untuk mencapai Banyuwangi. Bila Anda berangkat dari Jakarta, terdapat dua pilihan baik jalur darat maupun udara.

Selain itu pesona wisata Banyuwangi didominasi oleh wisata alam, dimana jarak dari satu tempat ke tempat lainnya cukup berjarak, sehingga Anda memerlukan waktu tersendiri untuk berkunjung.

Beranjak ke destinasi, tempat pertama yang bisa Anda kunjungi adalah Pantai Boom. Hanya berjarak 2 kilometer dari pusat kota, Pantai yang satu ini sangat mudah dijangkau dari pusat kota Banyuwangi. Dengan tiket masuk sebesar lima ribu rupiah, Pantai Boom menawarkan keindahan pantai dan pemandangan Pulau Bali secara jelas. Selain itu fasilitas penunjang yang ditawarkan juga cukup lengkap.

Salah satu landmark yang menarik di Pantai Boom adalah sebuah jembatan yang dibuat dengan bentuk spiral. Jembatan yang baru dibuat ini memang sedang viral di media sosial, dan banyak pengunjung yang datang menyempatkan swafoto di jembatan tersebut.

Bila Anda ingin menikmati pemandangan pantai lainnya, Pantai Pulau Merah wajib masuk dalam rencana perjalanan selama di Banyuwangi. Terletak di Kecamatan Pesanggaran, pantai yang satu ini memang sudah populer di kalangan wisatawan lokal. Terdapat sebuah bukit hijau mungil yang berada di bibir pantai. Bukit tersebut memiliki daya tarik lantaran memiliki tanah berwarna merah.

Selain itu, Pantai Pulau Merah menawarkan hamparan pasir putih yang lembut serta memiliki ombak yang tergolong tenang. Sehingga Anda bisa bermain dan bersantai sambil menikmati suasana sunset di sore hari. Untuk mencapai Pantai Pulau Merah Anda tak perlu khawatir karena akses jalan menuju pantai cukup memadai. Dari pusat Kota Banyuwangi Anda bisa menempuh satu jam perjalanan dengan kendaraan bermotor.

Jangan lupakan Taman Nasional Baluran bila Anda sedang plesiran di Banyuwangi. Memiliki julukan sebagai “Little Africa van Java” objek wisata yang satu ini memang menjadi habitat alami hewan-hewan liar layaknya hutan Afrika. Bila beruntung Anda bisa menemukan berbagai satwa unik nan eksotis seperti burung merak, rusa, kerbau, kera dan banteng.

Baluran bukan hanya tentang satwa liar, taman nasional yang satu ini menyimpan banyak spot-spot foto yang instagramable. Salah satunya adalah Savana Bekol. Spot ini memiliki hamparan padang rumput dengan luas 10.000 hektar serta memiliki latar Gunung Baluran yang sangat indah. Setelah puas melihat pemandangan Savana Bekol, Anda bisa mengeksplorasi Pantai Bama yang dilengkapi oleh hutan bakau dan bebatuan karang yang memanjakan mata.

Bicara tentang Banyuwangi tak bisa lepas dari Kawah Ijen. Kawah dengan ketinggian 2.799 mdpl ini terkenal dengan fenomena api biru yang langka dan panorama sunrise yang eksotis. Memiliki popularitas yang cukup luas membuat Kawah Ijen tak pernah sepi pengunjung. Hal ini didukung dengan trek pendakian yang tak begitu terjal.

Layaknya pendakian gunung, Anda harus mempersiapkan fisik yang prima dan peralatan standar yang diperlukan dalam pendakian. Bila tak sempat membawa alat yang dibutuhkan Anda bisa mengikuti jasa open trip. Untuk menikmati fenomena api biru, Anda harus datang ke Kawah Ijen mulai dari pukul 02.00 sampai 04.00 pagi, karena fenomena ini hanya bisa dilihat saat masih gelap. Selain itu Anda juga bisa menikmati pemandangan sunrise di pagi hari. Namun pemandangan tersebut hanya bisa ditemui pada bulan Juni hingga Oktober.

Melengkapi perjalanan di Banyuwangi kurang lengkap bila tak mencicipi kuliner khasnya. Bumi Blambangan memiliki ragam kuliner yang memiliki cita rasa yang memanjakan lidah. Salah satunya adalah Rujak Soto. Ya makanan yang satu ini terdengar cukup unik karena merupakan kolaborasi rujak sayur dan soto babat.

Rujak yang biasa dipakai adalah campuran sayur mayur dengan bumbu kacang dan petis. Kemudian campuran sayur tadi diwadahi mangkuk dan dituangi kuah soto babat sapi. Selain Soto Rujak, ada juga Sego Tempong yang tak kalah legendaris. Makanan ini merupakan sajian nasi yang disajikan dengan berbagai lauk pauk, lalapan, dan sambal yang khas.

Meski terlihat sederhana, Sego Tempong telah menjadi ikon kuliner di Banyuwangi. Muncul sejak tahun 1990an. Sego Tempong memang terkenal dengan rasa pedas yang khas, sesuai dengan kata “tempong” yang dalam Bahasa Osing memiliki arti tampar.

Kekayaan alam dan ragam kuliner khas menjadi ramuan jitu Banyuwangi dalam menarik minat wisatawan untuk datang. Selain itu keramahan warganya yang sungguh bersahabat akan menggaransi Anda untuk betah di kota yang awalnya hanya menjadi persinggahan ini.