Orang tua kita cenderung menumpuk benda-benda tak perlu di gudang rumah. Sementara para anak, merasa hal tersebut adalah tindakan yang akan menimbulkan masalah baru, mulai dari soal kebersihan, hingga ruang rumah yang terkena imbas, di mana lingkupnya terasa semakin sempit.

Sebaiknya bermacam pikiran negatif tersebut kita mutasikan ke hal-hal positif. Contohnya adalah memanfaatkan tumpukan benda-benda tersebut untuk sesuatu yang lebih berguna. Misalkan Anda melihat dari berbagai barang-barang bekas itu nampak elok untuk dijadikan pajangan, mengapa tidak, jika kita coba tata ulang sehingga ruangan tersebut beralih fungsi menjadi sebuah mini galeri.

Dari situ Anda bisa taruh dan dipasangkan dengan berbagai jenis barang-barang antik maupun unik lainnya yang memang tersedia di rumah. Kemudian pasang 3 hingga 4 meja, lalu manfaatkan kayu-kayu atau papan yang berserakan untuk dijadikan kursi atau tempat duduk memanjang, kemudian ajak adik atau teman dekatmu untuk berdiskusi, kira-kira kalau tempat Anda dijadikan Coffee Shop kecil-kecilan dengan santapan pengiring berupan kudapan-kudapan enak mengenyangkan, bagusnya seperti apa.

Lalu browsing internet untuk mengurus perizinannya. Jangan lupa, sisihkan gaji Anda sebesar 30 persen per bulan untuk mulai menabung demi melancarkan usaha mandiri ini. Sambil menunggu uang terkumpul, Anda bisa terus mencari ‘nyawa’ bisnis baru tersebut, dengan memikirkan interior, nilai-nilai istimewa yang akan didapatkan para pengunjung dari kedai Anda, hal-hal estetis yang akan menunjang usaha Anda, melalui YouTube Channel maupun website yang kontennya relate dengan hal-hal itu. Ajak juga adik atau teman yang Anda percaya dan mau untuk dijadikan partner bisnis, untuk mulai berhitung pengeluaran dan perkiraan omset yang akan didapatkan, melalui hitung-hitungan profit & loss yang jitu.

Percayalah, jangan takut untuk memulai bidang baru ini, niscaya, geliat giat yang terukur akan menghasilkan sesuatu yang baik bagi kehidupan Anda.