Secuil Pengingat Untuk Penggiat Start Up

Bagaimana rasanya menjadi start up yang harus berjibaku melawan kehebatan baik para pesaing maupun yang sudah masuk ke dalam daftar Unicorn? Sebuah pekerjaan rumah yang sangat telak, dan butuh suntikan dana maupun ide super segar, agar ide yang tertuang tak basi, serta berguna bagi para calon pengguna maupun penanam modal. Ini ada secuil pengingat.

Setelah kehadiran Gojek, Tokopedia, Bukalapak, dan berbagai aplikasi keren beberapa tahun lalu, industri perbankan mulai memperhitungkan mereka sebagai kompetitor, bahkan beberapa pakar perbankan mulai menganggap mereka adalah pesaing baru yang benar-benar diperhitungkan. Secara lambat laun, movement yang dilakukan Gojek Cs ini seperti membuka cakrawala digital, melalui aneka warnai fitur yang memukau serta mudah dipelajari. Sekali lagi, ini merupakan secuil pengingat.

Gojek bahkan hampir setahun yang lalu dikabarkan mendapatkan suntikan dana dari raksasa Google. Seiring berjalannya waktu, nilai indeks saham mereka merambat naik, namanya semakin harum, membuat berbagai perusahaan raksasa tergiur untuk invest di aplikasi-aplikasi keren ini. Seperti Tokopedia, yang konon dibantu oleh oleh para investor raksasa, untuk terus membesarkan moncong mereka.

Bagaimana agar kita tidak hanya meratapi nasib saja, sementara yang lain tonggak estafet-nya sudah di tangan generasi karyawan mereka yang ke-10? Tentunya Anda harus segera menutup buku pola pakem lama perusahaan yang sudah sangat standar sekali, dan mulailah menggamit anak-anak muda untuk merapihkan bendera PT Anda agar terus teristerika rapih, dan melambai dengan gagah di tengah singgasana tertinggi perusahaan-perusahaan terbaik Nusantara.

Satu hal, jangan mentang-mentang kita Gen X, lalu seperti merasa mendapat free toll untuk membenarkan berdasarkan pengalaman. Sebuah kesalahan besar jika generasi ini menempatkan diri sebagai ‘si serba tahu’ yang harus selalu diikuti komando maupun petuahnya. Padahal, sudah 10 tahun berlalu, dan hampir sepenuhnya sekarang nahkoda sedang dikendalikan oleh kaum milenial. Agak terlalu naif nampaknya, jika warga senior kerjanya hanya mengingatkan tanpa memberi solusi terbaru. Seringkali terjadinya seperti itu: yang junior dijejali cerita, cerita, dan cerita. Ya, pengalaman memang tidak bisa dibohongi, umur pun juga, tapi ada yang lebih penting, jika kita senang mengingatkan orang lain, kita juga harus mau menerima jika diingatkan oleh orang lain, baik dari yang lebih tua, seumuran, maupun yang umurnya di bawah kita. Contohnya saja sedang terjadi di muka bumi, bisnis yang berbalik, dari yang tadinya kita bertumpah ruah secara bebas di jalanan untuk masuk teraduk ke dalam lembah retail, tiba-tiba 10 tahun yang lalu dunia merambat berubah menjadi market place dunia digital. Ya, 85 persen bumi ini sudah terdigitalisasi.