Pelajaran Berarti Bagi Artis Baru Kaya, Juga Seleb Kaya Baru

Ketika badai ini menerpa, terlihat jelas dampak terbahaya dirasakan oleh para pekerja industri hiburan yang seakan menjadi korban paling terpuruk. Sementara itu, mungkin ada keinginan semesta terhadap para kaum ‘kepala dongak’, yang memang perlu sekali-sekali diberi pelajaran seperti ini.

Begitu banyak di ibu kota orang-orang yang akhirnya berhasil menyandang status sebagai seleb papan atas, entah itu dari bidang perkontenan, perdisjokian, perfilman, permusikan, di mana 4 bulan terakhir ini sebagian besar dari mereka kompak merasa menjadi orang paling menderita sedunia.

Padahal ‘kegilaan’ hasil dari wabah ini nilai sakitnya setara juga dengan beberapa bidang profesi lain. Hanya mungkin karena para seleb tersebut merasa perlu mengekspos hal itu kepada khalayak, jadilah tercipta mindset bahwa public figure merupakan populasi yang teramat tersiksa oleh badai ini.

Mereka mengandalkan media sosial sebagai kekuatan utamanya, yang sebenarnya tidak ada masalah juga dengan hal ini. Cuma saja ada beberapa artis, entah itu disjoki atau pengabdi konten, yang di masa jayanya orang-orang ini sombong dan kecutnya sungguh minta ampun. Kepala selalu mendongak, lupa kepada akar, dan hanya mau bermain dengan sesama seleb saja.

Sekarang, orang tersebut terlihat lumayan merengek plus memelas, di mana dia seperti memohon-mohon lagi kepada orang-orang agar tetap tertarik kepadanya, kepada konsep keartisannya, terhadap gaya-gaya bercandaannya, dan kepada dirinya yang tetap adiluhung di mata masyarakat.

Dunia berputar, bung. Makanya, usahakan tetap merendah jika Anda sudah pasti ingin memilih artis sebagai profesi.

Perwabahan ini adalah: “Pelajaran Berarti Bagi Artis Baru Kaya, Juga Seleb Kaya Baru”

Sumber foto: dailyasia.com