Meninggalkan Profesi Menyesatkan Yang Selalu Kita Anggap Benar

Banyak orang yang terlalu percaya diri bahwa profesi yang sedang mereka jalankan benar adanya. Padahalnya hasilnya tidak pernah sesuai ekspektasi. Yang ada mereka hanya menimbun masalah, kerugian, hingga memunculkan kefrustasian.

Hal tersebut harus segera dicegah sebelum usia Anda bertambah. Karena hanya akan mengikis waktu, dan tiba-tiba saja kalian semua sudah semakin menua. Seperti seseorang yang sangat percaya diri bahwa profesi musisi yang telah dia tekuni sejak di bangku kuliah adalah benar, namun setelah mengarungi kegiatan bermusik selama 2 dekade, pencapaiannya tidak pernah ada.

Dia hanya berhalusinasi dengan harapan-harapan yang dianggapnya masih ada. Padahal usia sudah tidak lagi muda. Sementara anak-anaknya pun semakin besar, dan di sisi lain panggilan ngamen tiada kunjung datang, pun sekali dalam sebulan. Dan bahayanya lagi, biaya latihan pun sudah tidak murah lagi. Akhirnya si bapak ini hanya mengandalkan networking nya untuk membantu teman-temannya dalam hal menjual apapun, atau lebih dikenal dengan sebutan makelar.

Musisi yang akhirnya bergantung terhadap profesi makelar, di mana dia membantu teman, saudara, dan tetangganya dalam hal menjualkan tanah, mobil, properti, hingga hal remeh temeh seperti peralatan elektronika, lalu Ia mengambil margin dari hasil penjualannya tersebut untuk menopang biaya hidup dia serta keluarga tanggungannya. Padahal jika orang ini lebih teliti lagi terhadap pilihan hidupnya, dengan memastikan bahwa profesi yang telah dia pilih sewaktu selesai bersekolah adalah tidak salah, kemungkinan besar dia sudah hidup berkecukupan sekaligus mampu mengamankan kelangsungan hidup keturunannya hingga mereka dewasa nanti.

Kadang kesadaran muncul beberapa tahun setelah kita menuai kegagalan. Namun alangkah baiknya jika ketika ada yang mengingatkan kita untuk segera beralih profesi karena mereka merasa ada yang tidak beres dengan pilihan yang sedang kita jalani, saat itu juga seharusnya kita merenungi masukan berarti tersebut.

Tidak ada yang salah dengan konversi profesi. Dari bartender menjadi ahli digital, dari guru menjadi pengusaha properti, dari penulis menjadi koki, bahkan dari pelatih renang menjadi seorang model. Jadi sebaiknya ketika ada pemberitahuan tulus dari seseorang yang dianggap dekat oleh kita, bahwasanya profesi yang sedang kita jalankan itu terlihat tidak meyakinkan secara pemasukan, alangkah baiknya kita banting setir dan menyudahi profesi tersebut. Masih banyak pekerjaan yang menghasilkan, ketimbang menggadang-gadang kepercayaan diri secara berlebihan, di mana kita terlalu yakin dengan pilihan. Padahal pilihan tersebut menyesatkan.