Warisan Budaya Mengutil Yang Terjadi di Sekitar Kita

Mengambil barang yang bukan milik kita sendiri sudah tentu adalah sebuah tindakan yang tidak terpuji. Namun setengah penghuni di alam bumi ini sepertinya pernah melakukan perbuatan mengutil di dalam mini maupun super market. Apakah Anda termasuk salah satunya?

Hal sederhana yang dilakukan oleh pemuda-pemuda usia nanggung ketika sedang dalam kondisi euforia berkat tekanan pergaulan maupun hasrat untuk memiliki barang secara berlebihan, atau terkadang ada selipan niat pamer yang dimodusi keinginan buat terlihat ‘sok jagoan’, adalah sebuah faktor fundamental yang mengiringi kegiatan mengutil sedari dahulu kala. Dengan santainya para tangan-tangan jahil ini akan mengambil cokelat batangan, minuman ringan, deodorant, hingga barang-barang keperluan sehari-hari seperti parfum, kaos kaki, gel rambut, sampai dengan sabun pencuci muka, tanpa perasaan bersalah. Polos.

Pelbagai faktor yang mendasari bahwasanya manusia akan berani melakukan aktivitas mengutil ini sebagian kecil tujuannya memang untuk pencukupan kebutuhan, dan sebagian lagi hanya agar lebih teruji saja nyalinya demi peningkatan nyali yang semakin besar lagi di kemudian hari. Absurd memang.

Sementara mengutil seperti menjadi budaya yang terwariskan secara organik dari zaman ke zamannya, di lain sisi dan beda tempat kegiatan mengutil versi besar-besaran dilakukan oleh para pembesar daerah, kota hingga negara. Untuk urusan yang satu ini, biar media berita raksasa saja yang lebih berkompeten untuk menuturkannya. Anda tinggal mengetik keyword seperti: pencuri negara, pengutil rakyat, maling negara, uang rakyat, maka dalam sekerjap kita akan dihadapkan dengan macam-macam pilihan artikel online yang mengulas secara detail mengenai penipu mapun pengutil kelas kakap yang sudah menghabisi harta penduduk negeri, maupun uang kewajiban yang disetorkan oleh rakyat kepada pemerintah. Ini hanya berbicara mengenai permukaan kenyataan saja ya, tidak ada unsur politik di dalam tulisan ini.

Sekarang yang menjadi pekerjaan rumah bersama adalah bagaimana kita mencoba saling mempengaruhi agar kebiasaan mengutil ini tereduksi secara aktif dan bersifat massal. Mungkin jika manusia-manusia mulai berpikir melakukan hal-hal yang lebih baik adalah solusi hidup sehat serta bahagia, misal dimulai dari seperti membiasakan diri memunahkan jiwa mengutil’ di masing-masing karakter kita, rejeki dunia akan seimbang. Dan akhirnya seluruh penghuni bumi sepakat, hal tersebut dapat menyebabkan kebahagiaan masif bagi setiap insan di muka bumi, secara terus menerus.

Ada baiknya tips ini kita renungi dan mulai dikerjakan.