Terkadang Cuek is The Best!

Sudah tabiatnya manusia sebagai makhluk sosial hidup saling mengasihi, termudahnya dengan mengetahui kabar maupun kondisi satu sama lain. Perkembangan teknologi dan media sosial kian memudahkan itu semua. Mungkin tidak perlu lagi bertanya untuk tahu bagaimana keadaan seseorang saat ini. Namun faktanya punya rasa sifat acuh punya beberapa manfaat yang mempermudah hidup.

Jarang memang menemui orang-orang dengan sifat tak acuh ini pada kondisi sekitar. Namun menurut beberapa penelitian, sifat cuek atau ‘bodoamat-an’ dinilai punya ragam manfaat di era yang kian carut ini seperti untuk kesehatan pikiran hingga menghemat waktu.

Memiliki sifat cuek ternyata baik untuk pikiran. Dengan punya sedikit sifat tak acuh seseorang tidak perlu lagi mengetahui semua kabar yang berseliweran. Sedikit sifat tak acuh akan membuat sesorang fokus memikirkan dirinya sendiri dan berfokus pada masalah pribadi. Memiliki sifat cuek juga menjauhkan seseorang dari penyakit pikiran seperti iri dan dengki pada orang lain.

Berbicara mengenai fokus dengan diri sendiri, dengan punya sifat cuek dan tak acuh seseorang bisa dengan total memanfaatkan waktunya untuk pengembangan diri sendiri. Time management yang dimiliki akan lebih baik karena semua waktunya tak perlu dihabiskan untuk hal-hal di luar permasalah pribadinya. Selain itu energi yang dimiliki seseorang dengan sedikit sifat ‘bodoamat-an’ juga tidak perlu terbuang sia-sia.

Namun nyatanya melatih diri untuk punya sifat cuek tidaklah mudah. Bagi beberapa orang yang terbiasa peduli pada berbagai hal-hal kecil di sekitarnya dan tidak memiliki sifat ini mungkin harus melakukan serangkaian cara, mulai dari perlahan menjauhkan diri dari sosial media, mulai belajar fokus pada diri sendiri, hingga melakukan berbagai kegiatan yang menjauhkan diri dari pemicu rasa ingin tahu berlebih.