Kesulitan Mengingat Hari Selama Pandemi? Normal Sekali Kok

Masa pandemi yang belum jelas kapan berakhirnya rentan sekali menghadirkan rasa bosan. Selain dilanda kebosanan akut, berdiam diri di rumah juga mengakibatkan kita melupakan beberapa hal. Salah satunya kesulitan mengingat hari. Hal ini bisa saja terjadi karena apa yang dilakukan setiap harinya selalu sama dan monoton.

Selama pandemi Covid-19 berlangsung, setiap orang diwajibkan untuk berdiam diri di rumah. Imbasnya banyak orang yang dilanda rasa bosan dan frustrasi. Belakangan muncul fenomena baru di mana banyak merasa kesulitan untuk mengingat hari. Bila Anda adalah salah satunya? Tenang saja, karena menurut ahli fenomena ini memang wajar dirasakan.

Dilansir dari New York Post, sebuah studi di Amerika Serikat membuktikan bahwa rata-rata orang merasa kesulitan mengingat hari setelah melakukan isolasi diri dan bekerja di rumah setelah satu minggu.

Studi yang dilakukan oleh OnePoll atas nama perusahaan bernama RXBAR melibatkan 2.000 responden untuk mencari kebenaran tentang fenomena tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa 59 persen dari responden yang berpartisipasi tidak tahu hari apa saat mereka mengikuti survei tersebut. Selain itu 80 persen orang juga menyatakan bahwa mereka mulai kesulitan mengingat hari karena terlalu banyak menghabiskan waktu di rumah.

Sementara fenomena ini juga bermuara pada motivasi seseorang selama pandemi. 65 persen responden menyatakan bahwa mereka kesulitan untuk tetap termotivasi selama menjalani isolasi diri. Selain itu, hampir sepertiga responden menyatakan bahwa mereka menyerah untuk menggunakan pakaian rapi. Sehari-hari, mereka mengenakan celana panjang atau loungewear.

Berlama-lama di rumah juga mengakibatkan kaburnya fokus pada diri, sebanyak 69 persen responden menyatakan bahwa mereka sering kehilangan fokus saat bekerja di rumah. Untuk menyiasatinya, makanan menjadi salah satu solusi untuk mengembalikan motivasi dan fokus selama di rumah.

Berdasarkan hasil survei, 69 persen responden menyatakan bahwa mereka lebih cepat menghabiskan persedia makanan ringan selama di rumah. Namun, kecenderungan memakan camilan ini mengakibatkan para responden frustrasi karena 65 persen dari mereka menyatakan bahwa mereka kecewa karena terus makan sepanjang hari selama isolasi diri di rumah.

“Dengan waktu yang kita habiskan selama di rumah dan rasa stres yang kita hadapi setiap harinya, tak mengherankan bila kita banyak mengonsumsi makanan ringan lebih banyak dari yang sebelumnya,” ucap Jim Murray, Presiden dari RXBAR dikutip dari New York Post.