Membunuh waktu dengan film nampaknya jadi jalan keluar terdepan bagi jenuh yang deras melanda selama masa karantina. Lupakan sejanak digdayanya Netflix dengan varian film-film teranyarnya. Mari sejenak bernostalgia dengan kekonyolan Chow Yun-Fat dalam God of Gemblers atau kelakar Steve Guttenberg dalam Police Academy yang nyatanya belum terlalu usang banyolannya.

Dua film komedi series medio 80 dan 90an tersebut ternyata merupakan alternatif jitu mengulur waktu. Kala 24 jam kian terasa lama habisnya, kelakar yang tercipta dalam film-film emas ini punya banyak canda yang efektif mengendurkan urat kepala selama masa karantina. Kami pun meringkas kedua sebagai rekomendasi.

God Of Gemblers Trilogi (1989, 1990, 1991)

God of Gemblers merupakan trilogi emas yang bercerita tentang perjalanan karir Chow Youn-fat sebagai dewa judi yang handal dalam berbagai permainan. Identitasnya yang menjadi rahasia dan semua problematika hidupnya menjadi jenaka yang tak habis-habis dalam tiap sequelnya. Belum lagi aksi aktor-aktor terkemuka tanah China seperti Andy Lau, Stephen Chow dan Ng Man-tat yang menjadi peramai serial film komedi besutan sutradara Wong Jing ini.

God of Gemblers juga berisi adegan-adegan aksi dari aktor-aktor ternama lainnya. Martial arts ala negeri China, romansa percintaan, penokohan yang presisi dan drama-drama penghinatan jadi plot manis yang layak disaksikan guna mengobati stress menghinggapi pikiran.

Police Academy Series (1984, 1985, 1986, 1987, 1988, 1989, 1994)

Police Academy membuka cerita dengan permasalahan urban. Kian maraknya aksi kriminalitas di Amerika Serikat membuat Gubernur setempat mengeluarkan keputusan darurat bagi perekrutan calon kadet kepolisian. Siapa saja dengan berbagai latar belakang dan kondisi fisik apapun dapat mendaftarkan diri menjadi taruna kepolisian. Akademi kepolisian pun dipadati orang-orang unik dengan berbagai sifat dan tingkah lakunya.

Dan akhirnya terpilih lah Carey Mahoney (Steve Guttenberg) dengan seribu akalnya, Moses Hightower (Bubba Smith) dengan kuatan fisiknya, Larvell Jones (Michael Winslow) dengan kemampuan menirukan suara dengan mulutnya dan kadet-kadet lainnya yang penuh kelakar dan tingkah lucu dalam menyelesaikan masalah.

Tiap episodenya berisi permecahan-pemecahan kasus berbeda dengan masalah-masalah pula. Beberapa semuanya berakhir jenaka dengan cara-cara tak lazim dari pada anggota kepolisian yang tidak memiliki skill mumpuni ini.