Guna Bir Hitam Untuk Tubuh Manusia

Jika Anda adalah seorang yang gemar meminum bir, sudah sepatutnya mengenal jenis-jenis bir yang ada. Saat ini, ada 8 jenis bir yang ada dan bisa dikonsumsi. Namun dari kedelapan jenis bir itu, bir hitam memiliki keunggulan yang dinilai bisa menyehatkan tubuh orang yang meminumnya. Tidak percaya?

Sebelum mengupas seluk beluk bir hitam lebih jauh, mari kita coba lebih dulu mengetahui delapan jenis bir yang ada, karena tiap jenis bir memiliki karakteristik yang berbeda satu dengan lainnya.

Pertama, India Pale Ale (IPA). Bir jenis ini memiliki rasa hoppy yang kuat dengan rasa pahit. Warnanya amber (kuning kecoklatan) dan cloudy, tapi IPA saat ini punya variasi warna dari yang muda sampai tua. Kandungan alkoholnya sekitar 4.5-6 persen ABV, tapi beberapa brewers pernah membuat original IPA dengan 8-9 persen ABV.

Kedua ada Pale Ale. Untuk rasanya ada perbedaan antara buatan UK dan USA. Kalau UK, biasanya rasanya lebih malty dan woody, sedangkan buatan AS rasanya lebih hoppy – meski tidak sekuat IPA. Warnanya terlihat emas muda hingga amber. Kandungan alkohol 4-7 persen ABV.

Jenis bir ketiga adalah Pilsner. Jika ingin mendapatkan rasa hops yang kuat, malt yang lembut, aroma yang harum, dengan rasa yang tidak terlalu pahit, Pilsner cocok untuk menjadi pilihan. Pilsner memiliki kandungan alkohol (umumnya) 5 persen ABV dengan warna light golden.

Keempat, Wheat Beer alias bir gandum. Untuk rasa, sangat tergantung dari jenis gandum. Tapi biasanya rasanya light, tidak banyak hops, dengan rasa yang yeasty sehingga sering dipilih sebagai bir untuk musim panas. Bir jenis ini biasanya berwarna hazy (agak berkabut) dengan kandungan ABV sebanyak 3-7 persen.

Yang kelima ada Brown Ale. Rasanya bervariasi. Mulai dari anis, agak hoppy, sampai earthy dan malty dengan warna dark amber. Kandungan alkohol berkisar 4-8 persen ABV.

Porter ada di urutan keenam untuk jenis bir. Rasa bir ini tergolong ringan dengan roasted grain, cokelat, dan toffee. Warnanya sangat gelap dan memiliki kandungan alkohol 4-7.5 persen ABV.

Lalu ada Sour Bir (bir asam) yang memiliki rasa asam yang kadang fruity kalau dibuat dengan buah-buahan. Warnanya bervariasi tergantung keasaman dan buah apa yang dipakai. Tingkat alkoholnya 4-10 persen ABV.

Terakhir ada Stout Beer alias bir hitam. Rasa panggang yang kuat dengan hint kopi, cokelat, licorice, dan molase tapi tidak terasa hoppy menjadi ciri khas yang ada dari bir ini. Warnanya sangat, sangat gelap dan lebih gelap daripada jenis bir porter. Bir ini memiliki kandungan alkohol 4-7 persen ABV.

Seperti yang sudah dituliskan di paragraf pembuka, bir hitam memiliki kandungan yang bisa juga menyehatkan badan. Menurut Dr Manny Alvarez, bir hitam cenderung memiliki antioksidan tinggi di antara jenis bir lain sehingga membantu memperbaiki kerusakan sel secara alami dalam tubuh.

Sebuah studi yang pernah dipublikasikan dalam Journal of the Science of Food and Agriculture juga telah menemukan bahwa bir hitam memiliki kandungan besi yang lebih tinggi daripada bir lainnya. Besi merupakan mineral esensial yang penting untuk tubuh dan mempunyai peran yang banyak, termasuk membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh kita.

Stout yang paling populer di sini adalah Dry atau Irish Stout. Selain Irish Stout, tercatat ada beberapa variasi bir hitam yang diproduksi. Antara lain:

Imperial Stout, dikenal juga dengan nama Russian Imperial Stout. Bir ini memiliki after taste yang sangat kuat. Alkohol yang terkandung di dalamnya pun terhitung cukup tinggi untuk ukuran bir, yaitu sebesar 9%.

Baltic Porter, adalah versi lain dari Imperial Stout yang difermentasi dingin. Bir hitam ini diproduksi di negara-negara Baltik seperti Jerman, Finlandia, dan Denmark.

English Porter, merupakan bir hitam yang ini dibuat di Inggris. Sebuah catatan mengenai brewing tradisional Inggris mengatakan bahwa bir hitam ini adalah campuran dari 3 macam varian bir; old ale, new ale, dan mild ale.

Milk Stout, mengandung lactose atau kandungan gula yang berasal dari susu. Karena lactose ini tidak dapat difermentasi oleh ragi bir, rasa yang dihasilkan oleh bir ini cenderung manis dan mengandung banyak kalori. Ada anggapan juga bahwa bir hitam jenis ini diklaim mengandung banyak nutrisi dan boleh dikonsumsi oleh ibu menyusui, walau belum ada penelitian sahih.

Outmeal Stout, mengandung 30% gandum yang ditambahkan saat proses brewing. Meski namanya oatmel stout, tidak ada rasa gandum yang khusus yang dihasilkan oleh bir ini. After taste yang smooth dari bir ini berasal dari tingginya kandungan protein dan lipid yang diberikan oleh penggunaan gandum.

Chocolate Stout, merupakan jenis stout tertentu yang menggunakan aroma dark chocolate supaya bir terlihat lebih pekat dan aroma gandumnya lebih terasa.

Coffee Stout, berasal dari biji gandum berwarna pekat seperti black patent malt yang bisa menambahkan rasa kopi pahit ke dalam bir hitam. Beberapa brewers yang ingin lebih menekankan rasa kopi di dalam bir hitam tersebut terkadang menambahkan sendiri kopi bubuk ke dalam ramuan stout tersebut.