Ingin Hidup Lebih Lama? Berkebun Bisa Jadi Solusinya

Banyak orang meyakini jika sehat menjadi alasan utama seseorang bisa hidup dalam waktu yang lama. Namun satu hal yang tidak disadari, jika salah satu kegiatan bisa membuat seserang bisa hidup lebih lama. Tak lain adalah berkebun. Ya, memang terdengar agak mengejutkan. Meski begitu berkebun telah dibuktikan bisa mendatangkan banyak manfaat bagi kesehatan. Dan kini, kegiatan yang menjadi tren di pandemi itu telah diteliti dan terbukti bisa membuat umur lebih panjang.

Seorang jurnalis National Geographic, Dan Buettner telah menjelajahi kawasan yang terkenal dengan warganya yang berumur panjang. Beberapa kawasannya antara lain Okinawa di Jepang, Nicoya di Kota Rika, Icaria di Yunani, Loma Linda di California, dan Sardinia di Italia.

Dilansir dari CNBC, Buettner menyebut beberapa kota di atas dengan ‘zona biru’. Bersama timnya yang terdiri dari peneliti, Buettner mencoba mencari kaitan antara warga beberapa kota tersebut dengan umur panjang, kebahagiaan, dan hidup yang lebih sehat.

Mungkin umur panjang identik dengan gaya hidup yang sehat seperti diet atau olahraga teratur. Namun dari penelitian yang dilakukan Buettner dan timnya mendapatkan hasil yang mengejutkan. Di mana dari masyarakat ke lima yang disebutkan sebelumnya memiliki satu kesamaan yakni, gemar berkebun hingga berusia lanjut.

Mendatangkan Banyak Manfaat

Sejak dulu, berkebun telah diteliti banyak pihak dan terbukti bisa mendatangkan manfaat baik bagi kesehatan dan berimbas pada panjangnya umur. Sebagai aktivitas luar ruang, berkebun sejatinya juga mendekatkan diri pada alam. Paparan sinar matahari dan udara segar menjadi hal yang ditawarkan jika seseorang rutin berkebun.

“Jika Anda berkebun, maka Anda akan melakukan aktivitas fisik dengan rendah hampir setiap hari, dan Anda cenderung bekerja secara rutin,” ujar Buettner.

Berkebun juga diyakini ampuh meredakan stres yang melanda. Sebuah penelitian yang diadakan di Belanda baru-baru ini membuktikan jika berkebun bisa mengantarkan seseorang pada suasana hati yang baik. Pada penelitian tersebut, partisipan diminta untuk mengerjakan tugas yang membuat stres. Kemudian mereka dibagi menjadi dua kelompok.

Satu kelompok diminta untuk membaca di dalam ruangan, sedangkan kelompok lainnya diminta untuk berkebun di luar ruangan selama 30 menit. Hasilnya, kelompok yang membaca merasa jika suasana hati mereka semakin memburuk, sementara mereka yang berkebun bisa kembali pulih dari stres dan memiliki suasana hati yang baik.

Penelitian lainnya yang dilakukan di Australia juga mendapati hasil serupa di mana berkebun bisa mendatangkan manfaat baik bagi kesehatan pada orang berusia lanjut. Pada studi tersebut, pria dan wanita berusia 60-an yang berkebun secara teratur memiliki risiko demensia (penurunan daya ingat) lebih rendah 36% daripada mereka yang tidak berkebun.

Selain terbukti menurunkan stres, manfaat lainnya dari berkebun adalah terjaminnya asupan makanan bergizi bagi tubuh. Seperti yang dilakukan oleh warga kota ‘zona biru’, mereka menanam beragam jenis buah-buahan dan sayuran yang akhirnya mereka konsumsi sendiri. Karena sebagian besar buah dan sayuran yang dijual di pasaran kehilangan 30% nutrisinya setelah panen.

Jadi, apa Anda tertarik untuk memulai berkebun?