Adalah Normal Ketika Anda Merasa Kurang Produktif Selama Pandemi

Masa pandemi yang belum jelas kapan usainya menyisakan banyak waktu bagi sebagian orang. Keleluasaan ini banyak digunakan sebagai wahana untuk meningkatkan diri. Ada yang mempelajari ilmu baru, membuat kreasi makanan atau lebih sering melakukan aktivitas olahraga. Hal-hal menyenangkan tersebut kemudian menyebar luas di media sosial. Namun di sisi lain, sebagian orang merasa bersalah ketika melihat setiap orang lebih produktif dari dirinya. Perasaan bersalah ini akhirnya memunculkan pertanyaan, “salahkah saya bila tak melakukan hal-hal produktif itu?” Jika pertanyaan tersebut kerap muncul di benak Anda, cobalah untuk tetap tenang. Karena jawabannya, Anda sama sekali tak bersalah kok.

Selama pandemi Covid-19 masih mewabah, setiap orang terus diwajibkan untuk melaksanakan karantina mandiri di rumah. Masa-masa ini dimanfaatkan sebagian orang untuk meningkatkan produktivitasnya. Maka tak heran bila di media sosial saat ini ramai netizen yang membagikan dokumentasinya saat membuat menu masakan baru, mengikuti kursus online, mempelajari bahasa baru, ataupun menyibukkan diri dengan berolahraga.

Aktivitas yang disebutkan tadi menjadi warna baru selama masa karantina. Menyenangkan rasanya bila melihat mereka yang semakin produktif di saat pandemi. Unggahan mereka bisa saja menjadi dorongan positif untuk orang-orang di sekitarnya agar tetap bersemangat pada masa sulit sekarang ini. Namun tanpa disadari, ada sebagian orang yang merasa bersalah ketika melihat orang yang dikenalnya lebih produktif ketimbang dirinya.

Satu hal yang harus dimengerti, tak semua orang bisa atau ingin untuk melakukan aktivitas produktif. Ada yang terjebak pada situasi yang tak memungkinkan untuk mempelajari hal-hal baru. Ada juga yang memang tak memiliki hasrat untuk melakukan hal lebih selain bersantai selama pandemi. Bila Anda terjebak di pusaran tersebut, tenang saja. Karena tak masalah bila Anda merasa bersalah.

“Ada sebuah dorongan besar dalam pemikiran orang-orang bila berada di rumah saat ini, kita bisa produktif dan fokus seperti yang biasa dilakukan sebelum pandemi mewabah. Tetapi sebenarnya tak sesederhana itu,” ujar Racheal Cook, seorang praktisi bisnis dilansir dari Washington Post.

Adanya pandemi Covid-19 saat ini telah mengubah segala kebiasaan normal yang biasa dilakukan sebelumnya. Semua tatanan berubah dan ini memerlukan waktu bagi orang-orang untuk beradaptasi. Normal yang baru, sebuah ungkapan yang akhirnya dimengerti untuk bahwa kehidupan telah berubah ke arah yang tak terkira sebelumnya.

“Kita sedang melalui pengalaman trauma secara kolektif. Kecemasan dan depresi meningkat. Dari sudut pandang produktivitas, hal ini tentu menjadi tantangan baru. Karena kita mengalami rintangan yang belum pernah dihadapi sebelumnya,” tambah Cook.

Menjadi penting untuk saling memahami sekarang ini. Hampir semua orang dilanda kesulitan. Kabar pemotongan gaji, pemutusan kerja, tak bisa pulang ke kampung halaman, dan ketidakpastian lainnya sudah cukup membebani pikiran. Maka dari itu, tak perlu khawatir bila Anda tak sempat melakukan aktivitas produktif. Karena untuk bertahan dari hari ke hari saja sudah menjadi perjuangan tersendiri. Pencapaian ini pada akhirnya, layak untuk dibanggakan.

Tetap terkoneksi dengan orang terdekat dan terkasih bisa menjadi solusi untuk memulihkan pikiran Anda. Lalu bagikan keluh kesah yang Anda rasakan saat ini. Setidaknya dengan bercerita tentu sebagian beban yang ada di pikiran bisa terangkat. Tentu hal ini yang Anda inginkan bukan?