11 Tahun Usia Yang Tepat Untuk Memulai Segalanya

11 tahun usia yang tepat untuk memulai segalanya. 11 merupakan angka fantastis. Dia lebih dari 10, dan memulai sebelum 20. Ketika manusia berada di umur tersebut, setidaknya mereka telah memulai hidup lebih dari 10 tahun, mengetahui bekal hidup maupun pengalaman dasar yang baik dan buruk selama 10 tahun pula.

Terkadang orang tua menjadi sangat influensial terhadap pola makan anak-anaknya, sehingga ini tidak boleh itu jangan. Sebenarnya hal tersebut cukup diterapkan di awal saja sebagai aturan main, mungkin hingga usia anak 11 tahun. Setelah itu, biarkan mereka memilih ‘agamanya’ dalam hal makanan. Tidak perlu kita arahkan, bahwa yang ini mengandung micin, babi, minyak ini, dan zat itu. Karena dari sejak dia muncul di muka bumi, hingga usianya mencapai umur tersebut, merupakan era terbaik untuk memberi masukan ilmu terhadap anak, mulai dari larangan maupun yang dibolehkan, termasuk apa yang perlu diasumsi ke dalam perut, dan mana yang buruk bagi kesehatan.

Karena kebiasaan melarang tersebutlah akhirnya anak jadi ragu-ragu icuk saat besar, termasuk ketika dia diposisikan sebagai penentu keputusan. Ini berbahaya bagi masa depan dan nasib anakmu, masa dari gara-gara diarahkan terus dalam hal memilih makanan, akhirnya darah daging kita menjadi makhluk dewasa yang selalu bimbo, as known as bimbang bok dalam mengambil segala hal yang berbau memutuskan. Jadi, biasakanlah sedari dini agar anak-anak kita mulai memutuskan segala sesuatunya sendiri, ngga dini-dini banget, ya itu tadi, di kala usia mereka mencapai umur 11 tahun.

Banyak memang yang harus kita petik dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, bahwa terlalu memaksakan kehendak sebagai orang tua terhadap anak tak selamanya benar. Dan kita akan menjadi seseorang yang terbebani dengan rasa bersalah apabila di kemudian hari keturunan kita menjadi sosok labil tak memiliki kekuatan. Ih, amit-amit. Coba bincangkan topik ini dengan mereka yang terbiasa dikekang dan mulai mengekang. Pikirkan dengan hati yang jernih, niscaya maksud dari tulisan ini akan mengena ke kalbu Anda semua. Belajarlah mempercayai, agar senantiasa dipercaya.