Umur Pendek Simon McMenemy di Timnas Indonesia

Sedianya, Simon McMenemy akan melatih timnas Indonesia hingga tahun 2020 karena dirinya dikontrak PSSI dengan durasi dua tahun. Tapi nyatanya, kebersamaan Simon dengan timnas harus berakhir lebih cepat dengan hanya memimpin pertandingan sebanyak tujuh kali.

PSSI resmi mengeluarkan pernyataan perihal pemecatan Simon McMenemy dari kursi pelatih timnas Indonesia pada Rabu (6/11/2019) melalui akun resmi Instagram mereka. Pemecatan itu berdasarkan performa tim garuda yang dinilai menurun dibawah kepemimpinannya setelah menelan kekalahan beruntun dalam empat laga Kualifikasi Piala Dunia 2022. Selain itu, ada juga tiga pertandingan uji coba FIFA Match Day yang tidak mendapatkan hasil maksimal.

Walaupun sudah dilengserkan dari kursi kepelatihan, ketua umum PSSI Mochamad Iriawan, memastikan Simon McMenemy, tetap menjadi pelatih timnas Indonesia saat melawan Malaysia, pada lanjutan Grup G kualifikasi Piala Dunia. Duel ini dilangsungkan di Stadion Bukit Jalil, 19 November 2019.

Dengan mendepak Simon, PSSI harus menerima konsesukensi dengan membayar kompensasi sebesar 280 ribu dollar AS atau setara Rp3,9 miliar.

“Itu risiko, memang aturannya begitu. Kita pilih mana, prestasi atau uang. Kita tentu pilih prestasi, uang mungkin bisa kita cari, tetapi prestasi ini kita kejar karena ini nama baik Indonesia,” ujar pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut.

Dengan lowongnya kursi pelatih timnas Indonesia saat ini, muncul dua kandidat kuat untuk menggantikan Simon. Mereka adalah mantan pelatih timnas Indonesia di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, Luis Milla, dan mantan pelatih tim nasional Korea Selatan, Shin Tae Yong.

Luis Milla sendiri, dicatat Transfermarkt, mendampingi skuat merah putih dalam 11 pertandingan, baik di Asian Games maupun di laga persahabatan. Milla bersama-sama timnas senior dalam enam pertandingan mendapat hasil dua kemenangan, dua imbang, dan dua kekalahan. Di Asian Games 2018, Milla mengantarkan timnas meraih tiga kemenangan dan dua kali kalah.

Bersama Milla, timnas Indonesia dinilai bisa menunjukan permainan yang bagus dan berkarakter. Tapi, dalam prosesnya, PSSI tak sanggup membayar gaji Milla yang disebut-sebut mencapai Rp 2 miliar per bulan. PSSI juga menunggak rumah kontrakan Milla di Bali.

Lain cerita lagi dengan Shin Tae Yong. Dia merupakan mantan pelatih timnas Korea Selatan berusia 49 tahun. Dia mengawali karier pelatih timnas Korsel sebagai caretaker kemudian berlanjut menangani U-23 dan di timnas senior pada 2017-2018. Dalam periode setahun bersama timnas Korsel senior, Tae Yong mendampingi dalam 22 pertandingan dengan prestasi membawa Korsel menjuarai Piala Asia Timur EAFF 2017.

Jadi, siapa yang akan memikul tanggung jawab besar selanjutnya untuk melatih dan membawa prestasi bagi timnas Indonesia?