Trent Alexander-Arnold: Muda, Berbahaya, dan Masuk Buku Rekor Dunia

Usianya baru 21 tahun, masih tergolong usia muda dalam sepak bola. Badannya kurus dan terlihat akan mudah dijatuhkan ketika beradu fisik dengan pemain yang memiliki bentuk tubuh lebih kekar. Tapi kenyataannya, Trent Alexander-Arnold menjadi andalan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, untuk menjaga sisi kanan pertahanan tim Merseyside merah tersebut.

Trent Alexander-Arnold dibesarkan bersama dua saudara laki-lakinya, Tyler dan Marcel. Ketiganya menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain bola bersama saat tumbuh di rumah keluarga mereka yang berada di Derby Barat. Trent akhirnya jadi satu-satunya anak yang menentukan sepak bola menjadi jalan hidupnya dan menjalankan karir professional.

Dia bergabung dengan akademi Liverpool di tahun 2004 pada usia enam tahun saat pelatih kepala akademi saat itu, Ian Barrigan, mengamati bakatnya. Karena menjadi pemain terbaik di tim muda Liverpool saat itu, ia mendapat kesempatan untuk mengiringi pemain senior Liverpool berjalan dari terowongan stadion Anfield menuju lapangan pertandingan. Jamie Carrager adalah pemain yang didampinginya saat itu, ketika Liverpool menjamu Leeds United pada perempat final piala EFL tahun 2009.

Dengan skill yang terus berkembang, Trent terpilih menjadi kapten Liverpool U16 hingga U18. Debut bersama tim senior Liverpool terjadi pada tahun 2016 saat dirinya ikut rombongan tim ke Old Trafford untuk melawan Manchester United. Hanya butuh 2 musim untuk Trent memberikan kontribusi nyata untuk Liverpool karena dia berhasil membawa The Reds menjuarai Liga Champions untuk keenam kalinya saat mengalahkan Tottenham Hotspur di final. Prestasi itu pun membawa dirinya menjalani debut di Timnas Inggris kala bersua Kosta Rika dalam pertandingan persahabatan tahun 2018.

Musim 2018/2019 memang menjadi musim fantastis bagi pemain lahir 7 Oktober 1998 ini. Dengan penampilan impresifnya, namanya dimasukan ke dalam Buku Rekor Dunia (Guinness World Records) untuk tahun 2020 sebagai pemilik assist terbanyak dalam semusim untuk pemain bertahan.

Sebanyak 12 assist yang ia lakukan untuk Si Merah pada musim lalu, membuat Alexander-Arnold melampaui rekor yang sebelumnya digenggam dua pemain Everton Andy Hinchcliffe dan Leighton Baines.

“Ini merupakan suatu kehormatan. Saya selalu ingin bergerak ke depan dan membantu tim menciptakan peluang sebanyak mungkin,” kata pemain 21 tahun itu seperti dikutip The Mirror.

“Saya selalu membaca (buku Guinness World Records) sebagai seorang anak karena mereka sangat menyenangkan untuk dibaca, untuk melihat berbagai catatan dan apa yang sedang dilakukan orang di seluruh dunia. Ini adalah momen yang luar biasa membanggakan bagi saya dan seluruh keluarga saya – dan semoga sesuatu yang akan bertahan selama beberapa tahun,” tambahnya.

Selain Alexander-Arnold, terdapat beberapa pemain lain yang juga masuk ke dalam Catatan Rekor Dunia. Penyerang PSG Kylian Mbappe masuk catatan itu karena menjadi pemain termuda yang dinominasikan untuk memenangi Ballon d’Or, pemain Atletico Madrid Joao Felix juga masuk sebagai pemain termuda yang mengukir trigol di Liga Europa.