The Dream Team Adalah Pesona 90-an Yang Tak Tergantikan

Amerika menunjukan kebesarannya di dalam summer olympics 1992 Barcelona Spanyol. Semua harta olahragawan terbaik di bidang basket, seluruhnya mereka geret ke helatan bersejarah tersebut.

Melalui kurasi dari warga negara Amerika dan komunitas jurnalis berpengaruh pada saat itu, terpilihlah Charles Barkley (power forward), Larry Bird (power forward), Clyde Drexler (shooting guard), Patrick Ewing (center), Magic Johnson (point guard), Michael Jordan (shooting guard), Christian Laettner (center), Karl Malone (power forward), Chris Mullin (small forward), Scottie Pippen (small forward), David Robinson (center), dan John Stockton (point guard).

Starting lineup nya adalah Patrick Ewing, Charles Barkley, Larry Bird, Michael Jordan, dan Magic Johnson. The Dream Team berhasil menguliti lawan-lawannya secara sporadis. Dari pertama kali mereka menginjakan kaki di Spanyol, hingga pesta olimpiade selesai digelar. Di mana akhirnya dalam final mereka berhasil mengalahkan tim Kroasia secara telak.

Masing-masing dari persona di atas mutlak menjadi legenda tak tergantikan dalam sejarah NBA. Siapa tak kenal nama-nama tersebut? Apalagi Jordan. Dia adalah salah satu makhluk tersukses di muka bumi yang menghipnotis khalayak basket melalui aksi-aksi slam dunk maupun three point-nya. Dia juga membius melalui aktingnya di dalam Space Jam. Belum lagi kemunculannya di dalam video klip “Jam” Michael Jackson. Ini adalah figur manusia spektakuler yang sesungguhnya. Langka, dan popularitasnya tahan lama.

Charles Barley adalah si pemarah yang bijaksana. Patrick Ewing adalah definisi dari manusia-manusia yang diincar kaum panjat sosial pada saat itu. Karl Malone merupakan sosok pendiam yang cekatan namun akrab prestasi, Larry Bird adalah pemimpin yang sesungguhnya. Magic Johnson ialah pemberani yang bertanggung jawab. Chris Mullin serupa seleb internasional namun sederhana. Scottie Pippen begitu digilai muda mudi penggemar basket di Asia. David Robinson disemat sebagai salah satu pahlawan NBA era 90-an. John Stockton menjadi pangeran tampan yang penuh karunia bakat dan digilai perempuan-perempuan Eropa. Christian Laettner meski namanya tidak pernah tertoreh di hall of fame, namun kontribusinya menjadi nyala apa bagi keseluruhan permainan The Dream Team.

Figur-figur yang berada di The Dream Team sulit kita temukan lagi pada karakter terbaru di dalam pergulatan NBA. Mereka adalah panutan, yang kehadirannya selalu dinantikan oleh pemirsa Indonesia di layar RCTI mereka. Helmi Yahya, Tamara Geraldine, Iwa K, dan Reinhard Tawas adalah pemandu-pemandu permainan eksotis dari pelbagai sihir yang dirapal oleh pasukan The Dream Team.

The Dream Team, terima kasih untuk gelora permainanmu yang begitu menginspirasi kehidupan olahraga kami.