Tentang Kedekatan Inter Milan dan Premier League

Tak seperti musim-musim sebelumnya, Inter Milan Nampak lebih sip musim ini. Memasuki bulan kedua di 2020, I Nerazurri belum menunjukkan penurunan performa. Perbedaan jelas dirasakan oleh pasukan kota mode itu di musim ini. Dimana pergantian pelatih dan rekrutmen pemain yang ciamik jadi faktor utamanya. Dan tentu fans Inter harus berterima kasih dengan satu nama, Premier League.

Musim 2019/20 berjalan cukup menyenangkan bagi Inter Milan. Seteru abadi Juventus ini kembali dalam persaingan merebut tahta tertinggi negeri pizza. Bersama tim ibu kota Lazio, I Nerazurri menguntit ketat Si Nyonya Tua yang jadi langganan peraih Scudetto tiap musimnya.

Bila ditarik ke awal musim, penunjukkan Antonio Conte menjadi pelatih jelas menjadi cetak biru keganasan Inter Milan. Pria yang pernah menukangi Chelsea ini membangun timnya sejak pramusim. Perubahan formasi dari skema empat bek menjadi tiga bek menjadi stategi baru Inter Milan. Guna mengakomodasi stateginya, Conte memaksa manajemen I Nerazurri mendatangkan pemain yang sesuai dengan keinginannya.

Dibandingkan dengan era pelatih sebelumnya, Luciano Spaletti. Inter Milan jauh lebih jor-joran mendatangkan pemain dibawah Conte. Sadar akan ekspetasi yang meninggi, manajemen klub seperti menuruti semua keinginan pelatih berusia 50 tahun itu. Baik pemain muda maupun yang berpengalaman berdatangan ke Giuseppe Meazza.

Satu hal yang menarik, skuat Inter Milan musim ini kental sekali dengan Premier League. Titik awalnya adalah saat Conte bersikeras merekrut Romelu Lukaku dari Manchester United. Perekrutan Lukaku dirasa mendesak karena ketidakcocokan Conte dengan kapten Inter sebelumnya, Mauro Icardi.

Kedatangan Lukaku menjadi kabar gembira bagi Conte, sebab striker asal Belgia itu menjadi incarannya saat masih melatih Chelsea. Tak lama setelah kedatangan Lukaku, Inter kembali mendatangkan pemain Manchester United lainnya yakni Alexis Sanchez. Praktis kedatangan kedua pemain ini menambah kekuatan lini depan Inter Milan.

Khusus Lukaku, dirinya menjadi lumbung gol Inter Milan milan musim ini. Berduet bersama Lautaro Martinez, dua penyerang ini sukses jadi momok bagi pertahanan lawan. Baik di tanah Italia maupun kompetisi antar klub Eropa. Solidnya duet penyerang ini menjadi faktor mengkilapnya performa Inter Milan musim ini.

Setengah musim berjalan, Antonio Conte masih merasa timnya belum memiliki kedalaman yang cukup untuk mengarungi tiga kompetisi yaitu Liga Italia, Coppa Italia, dan Liga Europa. Ketika bursa transfer Januari dibuka, mantan pelatih Timnas Italia ini kembali memaksa manajemen mendatangkan pemain incarannya.

Belum konsistensinya Stefano Sensi di lini tengah dan naik turunnya performa Antonio Candreva dan Kwadwo Asamoah di sisi sayap membuat Conte bergerak di bursa transfer Januari. Beberapa pemain santer dikabarkan merapat ke Inter Milan. Salah satunya adalah gelandang kreatif Tottenham Hotspur, Christian Eriksen.

Pemain berpaspor Denmark ini memang dekat dengan pintu keluar The Lilywhites. Gayung bersambut, Conte tertarik untuk mendatangkannya. Dengan dana sebesar 20 juta euro cukup untuk mendaratkan finalis Liga Champions musim lalu ke Giuseppe Meazza. Tak puas dengan perekrutan Eriksen, untuk kali ketiga di musim ini Conte merekrut pemain Manchester United, Ashley Young.

Kapten Setan Merah ini diplot untuk menutupi lubang di sisi sayap I Nerazurri. Untuk melengkapi kepingan terakhirnya Conte merekrut mantan anak asuhnya di Chelsea, Victor Moses. Usai kedatangan ketiga pemain tersebut, aroma Premier League begitu kental terasa di Inter Milan.

Tak hanya jadi pelengkap, kedatangan pemain asal liga Ratu Elizabeth ini menjadi kekuatan utama bagi Inter Milan di sisa musim. Masih terlibatnya mereka di persaingan Scudetto, Coppa Italia, dan Liga Europa ,rasa-rasanya satu gelar akan realistis merapat ke Giuseppe Meazza.

Bila hal itu terjadi, segenap pihak yang menaruh hati pada Inter Milan harus berterima kasih dengan Premier League. Karena tambahan kekuatan yang datang dari liga tersebut jadi salah satu faktor kesuksesan I Nerazurri musim ini.