Skateboard Indonesia: Rajin Panen Prestasi, Nihil Perhatian Pemerintah

Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia tentu memiliki bakat-bakat potensial di berbagai bidang, khususnya olahraga. Salah satu yang mulai menarik perhatian adalah skateboard, di mana para beberapa atlet tanah air telah mampu bersaing di kancah internasional. Meski begitu para atlet dan pegiat skateboard terpaksa harus berjuang sendiri untuk mengembangkan kiprah mereka di dalam negeri. Pasalnya cabang olahraga yang satu ini kurang mendapatkan perhatian dan fasilitas dari Pemerintah.

Sepak terjang Skateboard tanah air sedang dalam masa-masa yang menggembirakan. Para atlet Indonesia kerap unjuk gigi di pentas internasional. Kita semua tentu belum lupa cabang olahraga ini telah menyumbangkan dua medali di Asian Games 2018. Atau yang paling membanggakan kala Skateboard mampu menyumbangkan medali emas untuk Indonesia di Sea Games 2019 Filipina. Tentu deretan prestasi ini tak bisa dipandang sebelah mata.

Dilansir dari liputan6.com, salah satu pemerhati Skateboard Indonesia, Didi Arifin menyatakan bahwa sebenarnya Skateboard sudah lama membawa nama harum Indonesia ke kancah internasional.

“Indonesia dari segi prestasi sebenarnya bukan hanya di Asian Games kemarin, tapi kami dari tahun 1995 sudah kirim atlet ke luar negeri. Kami telah mengikuti kompetisi XGames dan beberapa kompetisi internasional lainnya,” ujar Didi Arifin dikutip dari liputan6.com

Sayangnya, rajinnya Skateboard Indonesia berprestasi di kancah internasional tidak dibarengi dengan infrastruktur dan pembinaan yang memadai di dalam negeri. Padahal dengan adanya kedua hal itu bisa saja atlet Skateboard Indonesia lebih berprestasi di luar negeri. 

“Kita enggak punya (sarana memadai) saja masih bisa berprestasi kok,” tambah Didi Arifin.

Lemahnya pembinaan olahraga Skateboard cukup terlihat menjelang Asian Games 2018 silam. Saat itu, para pengurus baru bergegas memperhatikan dan mencari atlet ketika ajang olahraga terbesar Asia itu akan berlangsung.

“Sayangnya juga pengurus dari olahraga ini (Skateboard) tidak memperhatikan hal-hal ini. Giliran Asian Games baru sibuk, sudah dekat event baru cari-cari atlet. Harusnya enggak begitu,” ungkap Didi Arifin.

Satu daerah di Indonesia yang menjadi pusat dari Skateboard adalah Bali. Di mana sudah ada 10 skatepark yang pembangunan dan pengelolaannya dibantu beragam merek yang dekat dengan Skateboard.

“Atlet pro dan semi pro di Indonesia banyak yang ke Bali. Timpang sekali dengan di Jawa yang rata-rata bikin sendiri alatnya. Di Jakarta sebenarnya sudah dibuatkan di Kalijodo tapi entah kenapa tidak ada perawatan berikutnya dari pemerintah” tandas Didi Arifin.

Hal ini semestinya jadi perhatian pemerintah terkait, karena Skateboard kian dipertimbangkan menjadi cabang olahraga yang layak di pertandingkan di ajang Internasional. Terbaru, Olimpiade 2020 telah berencana memasukkan Skateboard ke dalam cabang olahraga yang dilombakan.