Sepakbola Inggris Coba Hadirkan Kembali Penonton di Stadion

Pandemi Covid-19 membuat sepakbola harus rela dijauhkan dari penonton. Aturan jaga jarak dan protokol kesehatan lainnya praktis dijalankan pelaku industri si kulit bundar untuk mencegah penyebaran virus corona. Liga-liga besar di Eropa telah mampu menjalankan protokol kesehatan dengan sempurna setelah beberapa bulan belakangan. Kini muncul rencana untuk kembali menghadirkan penonton di tengah pandemi Covid-19. Seperti yang terjadi di Inggris pada akhir pekan kemarin saat laga persahabatan antara Brighton versus Chelsea. Pada pertandingan tersebut, tercatat ada sekitar 2.524 penonton yang hadir di stadion dan menaati protokol kesehatan.

Laga persahabatan antara Brighton versus Chelsea akhir pekan kemarin menjadi pertandingan pertama di tanah Britania yang menghadirkan penonton di tengah pandemi. Partai yang berlangsung di Amex Stadium itu dilaporkan menampung sebanyak 2,524 penonton. 

Dilansir dari Sky Sports, pertandingan tersebut menjadi bagian dari percontohan di beberapa bidang olahraga di Inggris. Adapun program ini telah disetujui oleh Departemen Digital, Budaya, Media, dan Olahraga Inggris untuk mengembalikan penonton ke stadion secara bertahap.

“Brighton & Hove Albion telah melakukan pekerjaan yang brilian pada percobaan untuk kembalinya suporter ke stadion dan rasanya menyenangkan untuk melihat penggemar di stadion Premier League untuk pertama kalinya sejak bulan Maret,” ujar Chief Executive Premier League, Richard Masters dilansir dari Sky Sports.

“Kesuksesan untuk menampung sekitar 2,500 suporter di Amex Stadium sangat menginspirasi dan kami berkomitmen untuk menyambut penonton dengan kapasitas penuh di stadion secepatnya dengan aspek keselamatan dan kesehatan selalu menjadi prioritas kami. Kami bekerja keras bersama klub, pemerintah, dan otoritas lainnya untuk mewujudkan hal ini,” tambah Masters.

Pada pertandingan yang berkesudahan seri 1-1 itu, protokol kesehatan benar-benar diterapkan secara maksimal. Aturan jaga jarak diberlakukan di sekeliling tribun, dan menempatkan beberapa titik yang dilengkapi dengan hand sanitizer ketika mendekati lapangan.

Para penggemar juga diharuskan untuk mengenakan penutup wajah ketika sedang mengantri untuk masuk ke dalam stadion. Pembelian tiket pertandingan juga diharuskan melalui platform digital dengan meniadakan transaksi dengan uang tunai. Di dalam stadion juga dilengkapi papan yang mengingatkan penggemar yang hadir tentang perlunya mencuci tangan secara teratur.

“Kredit harus diberikan pada fans kami, mereka mengikuti petunjuk yang diberikan, mendengarkan imbauan dari para penjaga dan bahkan di akhir pertandingan ketika mereka tetap tinggal untuk mendengarkan wawancara dari manajer di layar besar, mereka tetap tinggal di kursinya dan menjalankan peraturan jaga jarak,” ujar Chief Executive Brighton, Paul Barber.