Newcastle United Menyambut Era Baru Bersama Pangeran Arab Saudi

Newcastle United hanya dikenal sebagai klub semenjana di Premier League. Namun sebentar lagi predikat tersebut akan berubah seiring beralihnya kepemilikan klub. Selangkah lagi The Magpies akan dimiliki oleh pangeran kaya raya asal Arab Saudi, Pangeran Salman. Newcastle pun digadang-gadang akan menjadi kekuatan baru Liga Inggris dalam beberapa tahun mendatang. 

Kepemilikan Newcastle United sebentar lagi akan berpindah tangan. Sang pemilik klub, Mike Ashley telah memberikan kode untuk menyetujui pelepasan saham kepada konsorsium Arab Saudi yang didukung oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Proses negosiasi pembelian klub diberitakan sudah memasuki tahap finalisasi.

Dilansir dari Sky Sports, Mike Ashley akan menjual klubnya kepada Pangeran Salman melalui firma PCP Capital Partner pimpinan Amanda Staveley. Staveley sendiri dipercaya oleh Pangeran Salman sebagai negosiator karena telah dikenal sebagai orang yang mampu meloloskan pembelian klub-klub Eropa.

Harga jual klub diyakini berada di angka 300 juta Poundsterling, banderol ini turun sedikit dari yang diminta Mike Ashley pada awal tahun kemarin. Saat itu, Ashley meminta mahar sebesar 340 juga Poundsterling. Namun karena adanya virus corona membuat harga klub menjadi anjlok.

Jika kesepakatan ini berjalan lancar, maka dalam waktu sebulan ke depan kepemilikan Newcastle United akan benar-benar terwujud. Saat ini, proses pembelian tinggal menunggu pengesahan yang diberikan oleh Premier League. Amanda Staveley juga diplot sebagai presiden klub berikutnya bila pembelian Newcastle telah rampung.

Pembelian klub oleh Pangeran Salman digadang-gadang akan menjadikan The Magpies sebagai kekuatan baru Liga Inggris dalam beberapa tahun ke depan. Dengan kucuran dana yang melimpah, Newcastle akan memiliki modal kuat untuk memperbaiki komposisi tim dan mampu bersaing di papan atas Liga, seperti yang pernah mereka lakukan di era 90an silam.

Kabar ini juga menjadi hal yang ditunggu-tunggu oleh fans Newcastle. Pasalnya selama 13 tahun dibawah pimpinan Mike Ashley, The Magpies mengalami penurunan prestasi dengan puncaknya terdegradasi ke Divisi Championship di tahun 2009 dan 2016.

Selain penurunan prestasi, Ashley juga dianggap hanya memanfaatkan klub untuk keuntungan pribadinya. Hal ini keras disampaikan oleh mantan pemain Newcastle, Tino Asprilla.“Mike Ashley? Dia telah bertindak sedemikian buruk untuk Newcastle United. Sejak hari pertama dia memimpin tim, dia hanya memikirkan keuntungan pribadi dan tidak memikirkan kemajuan klub,” ujar Asprilla dikutip dari The Sun