Inovasi Baru, NBA Akan Wajibkan Pemain Kenakan Cincin Pendeteksi Covid-19

NBA menyusul kompetisi olahraga lainnya yang kembali berjalan di tengah pandemi. Kompetisi bola basket terkemuka itu tengah mempersiapkan beberapa penyesuaian terkait protokol kesehatan. Salah satunya adalah mengharuskan para pemain untuk mengenakan cincin yang dapat memprediksi gejala Covid-19. 

Menjelang berlangsungnya kompetisi basket NBA pada 30 Juli 2020 mendatang, pihak penyelenggara merencanakan satu inovasi untuk pencegahan virus corona, yakni meminta para pemain untuk mengenakan gelang elektronik yang dapat mendeteksi gejala-gejala Covid-19. Selain itu, cincin tersebut diklaim dapat melacak riwayat kesehatan penggunanya.

Dilansir dari CNN, cincin elektronik tersebut diproduksi oleh perusahaan teknologi asal Finlandia, Oura. Diketahui cincin itu memang dirancang khusus untuk memantau kinerja tubuh penggunanya mulai pernapasan, gerakan, detak jantung, suhu tubuh, hingga waktu tidur. Cincin buatan Oura tersebut sebelumnya telah dilepas ke pasaran dengan harga 299 dolar Amerika (4,2 juta rupiah).

Namun teknologi tersebut masih diragukan kapabilitasnya oleh bidang kedokteran. Para ahli belum menemukan data pasti yang menunjukkan bahwa cincin buatan Oura benar-benar bisa mendeteksi gejala virus corona.

“Saat ini belum tersedia data yang mencukupi terkait cincin buatan Oura tersebut. Sebelumnya memang sudah ada beberpa penelitian yang meneliti tentang teknologi tersebut, namun mayoritas studi itu baru diterbitkan oleh produsen perangkat tersebut,” ujar Dr. Darria Long, asisten professor di University of Tennessee dikutip dari CNN.

Diberitakan sebelumnya, Oura telah mengujikan perangkatnya di University of California San Francisco dan West Virginia University untuk melihat apakah cincin elektronik itu bisa mendeteksi riwayat kesehatan penggunanya. Namun studi ini masih meragukan bagi bidang kedokteran. Pasalnya perangkat serupa seperti smart watch juga menawarkan fitur pendeteksi kesehatan yang akurasinya masih dipertanyakan.

Meski begitu, pihak NBA masih berusaha mempersiapkan protokol kesehatan sebelum kompetisi kembali dijalankan. Bukan tanpa alasan mereka begitu mempersiapkan diri agar tak ada pemain NBA lainnya yang terkena Covid-19 setelah pemain Utah Jazz, Rudy Gobert.“Untuk mendeteksi potensi terinfeksi virus selama beraktivitas di tempat pertandingan, setiap pemain, dan staf klub yang bertugas akan diberikan opsi untuk mengenakan perangkat khusus (cincin pendeteksi) yang sedang diuji dan divalidasi oleh University of Michigan untuk menghasilkan penilaian kesehatan yang telah ditentukan standarnya seperti suhu tubuh, pernafasan, dan detak jantung. Otoritas NBA akan menginformasikan detil lainnya mengenai perangkat dan penilaian kesehatan melalui memo yang akan diberikan kepada masing-masing tim,” bunyi pernyataan dari protokol kesehatan NBA.