Pertandingan di Grup E sampai H matchday pertama Liga Champions 2019/2020 telah usai. Tim yang berada di grup ‘neraka’ (Grup F) tidak ada yang berhasil membawa pulang kemenangan. 2 tim dari tanah Inggris juga menderita kekalahan. Selain itu, terjadi pesta gol di Austria.

Borussia Dortmund nyaris mengalahkan Barcelona jika saja tendangan penalti yang dilakukan oleh Marco Reus tidak digagalkan oleh Ter Stegen di menit ke-57 dan membuat skor akhir 0-0. Di pertandingan itu, Barca dibuat lebih banyak bertahan karena arus serangan anak-anak Dortmund sangat gencar sepanjang 90 menit pertandingan. Lionel Messi yang masuk di paruh babak kedua pun gagal menambah kekuatan Barcelona.

Di pertandingan lain Grup F, Inter yang menjamu Slavia Prague nyaris menelan kekalahan di kandangnya sendiri andai saja pemain muda baru mereka, Nicolo Barella, tidak menceploskan gol penyama kedudukan di injury time babak kedua. Gol penyeimbang kedudukan Barella (91:47) adalah gol terlama yang pernah dicetak oleh Inter di ajang Liga Champions sejak terakhir kali dilakukan oleh Giampaolo Pazzini kala menghadapi Marseille di bulan Maret 2012 (95:28). Sebelumnya, Inter lebih dulu tertinggal di menit ke-63 lewat gol Peter Olayinka yang menjadi pemain Nigeria kelima yang mencetak gol dalam laga debutnya di Liga Champions.

Masih dari Italia, Napoli berhasil mengalahkan juara Liga Champions musim lalu, Liverpool, dengan skor 2-0 lewat penalti Dries Mertens di menit ke-82 dan gol Fernando LIorente menit ke-90. Menurut pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, penalti itu tak seharusnya terjadi karena pelanggaran yang terjadi tidak tampak fatal.

“Apa yang bisa saya katakan? Bagi saya, itu jelas bukan penalti, sebab Callejon melompat sebelum ada kontak apa pun,” tegas Klopp kepada BT Sport.

“Namun, kami tidak bisa mengubah itu. Kami harus mengkritik diri kami sendiri. Seharusnya kami bisa bermain lebih baik,” sambungnya.

Pada partai lain Grup E, tim asal Austria, Salzburg, menghabisi lawannya Genk dengan skor telak 6-2. 5 gol awal Salzburg terjadi di babak pertama. Di babak kedua, Salzburg menambah 1 gol dan Genk menceploskan 2 gol. Dengan hasil tersebut, Salzburg memimpin klasemen sementara Grup E disusul Napoli, Genk, dan Liverpool yang menjadi juru kunci.

Ada drama terjadi di Stamfor Bridge tatkala Chelsea menjamu Valencia di matchday pertama Grup H. Ross Barkley yang bersikeras menjadi algojo penalti untuk penyeimbang kedudukan gagal melakukan tugasnya dengan baik. Tendangan Barkley melesat ke atas mistar gawang dan membuat Chelsea harus menerima kekalahan dengan skor 0-1. Sebenarnya, Jorginho-lah yang menjadi eksekutor penalti utama Chelsea. Namun, Barkley ngotot menendang. Dia meminta bola pada Jorginho dan membuat rekan-rekannya kecewa.

Hasil ini tentu saja tidak bisa diterima oleh Frank Lampard. Ini adalah laga debutnya sebagai manajer di pentas Liga Champions dan hasilnya sangat mengecewakan. Menurut Frank Lampard, Chelsea tidak layak untuk kalah saat bersua Valencia. The Blus layak meraih kemenangan.

“Kita mungkin seharusnya mendapatkan kemenangan, atau setidaknya seri,” kata Frank Lampard dikutip dari situs resmi Chelsea.

Di grup yang sama, Ajax berhasil mencukur Lille dengan skor meyakinkan 3-0. Quincy Promes, Edson Alvarez, dan Nicolas Tagliafico menjadi pencetak gol untuk Ajax pada pertandingan tersebut dan membawa tim asuhan Erik ten Hag berada di puncak klasemen sementara Grup H.

Hasil pertandingan di Grup G bisa dibilang kurang menarik. Sedikit kejutan terjadi saat Benfica tumbang di kandang sendiri dari RB Lepzig dengan skor akhir 1-2. Di pertandingan lainnya, Zenit St. Petersburg berhasil menahan imbang Lyon dengan skor seri 1-1. Mempis Depay berhasil menyelamatkan Lyon dari kekalahan lewat gol nya di menit ke-50 setelah sebelumnya Zenit unggul lewat gol yang dilesakan oleh Sardar Azmoun pada menit 41.