Mario Balotelli hangatkan Brescia melalui kepindahannya yang dinilai penuh sisi sentimentil. Setelah beberapa kali berganti club, mulai dari Lumezzane, Inter Milan, Manchester City, AC Milan, Liverpool, Nice, dan terakhir Marseille, akhirnya dia berlabuh ke kampung halamannya, di mana dia menempuh masa kecil hingga remajanya di situ, yakni Brescia.

Dengan diiringi tangisan sang ibu, yang memang berharap kepada anaknya yang bernama lengkap Mario Balotelli Baruwah ini, untuk mengakhiri karir sepakbolanya di tempat mereka melewatkan masa bahagianya bersama-sama, pada akhir 90-an dan awal 2000-an. Langganan top skorer yang memiliki tinggi badan 189 cm ini diharapkan publik Brescia sanggup menggantikan sosok sang legenda hidup Brescia, the almighty Roberto Baggio, yang sudah menjadi ikon olahraga ini di provinsi tersebut.

Mario Balotelli hangatkan Brescia tanpa memedulikan nilai transfer yang dia dapat. Setelah sempat membela timnas usia di bawah 21 tahun Italia beberapa kali, juga setelah 36 kali membela tim nasional senior, kini Balotelli kembali mengincar posisi striker utama di timnas negara Spaghetti ini.

Tangan dingin Roberto Mancini-lah yang membuat Balotelli berhasil menjadi striker yang mahir serta subur. Pria keturunan Ghana berusia 29 tahun ini, yang lahir di Palermo Sicily Italy, seperti sudah digariskan menjadi legenda terbaru dunia sepakbola Italia. Sebelumnya, Balotelli sempat menolak tawaran dari Club Flamengo, yang menurut desas desus, si pemuda berjuluk “Super Mario” ini ditawar dengan angka kontrak yang super fantastis! Bahkan bisa dibilang sebagai tawaran termahal di dekade ini.

Balotelli memiliki caps banking sebanyak 36 kali bersama tim nasional, dan telah menyumbang 14 gol untuk ‘negara mafia’ tersebut. Meski disebut-sebut sangat dekat dengan Roberto Mancini, “Super Mario” menegaskan bahwa dia akan berjuang sangat keras dengan Brescia untuk membawa club tersebut kembali berada ke deretan club Italia papan atas, sama persis dengan apa yang pernah dilakukan dan diperjuangkan oleh Roberto Baggio 15 tahun yang lalu. Meski beliau sempat mengecewakan karena paceklik gol.