Akhir Kisah Messi di Barcelona?

Kejayaan Barcelona sebagai salah satu klub terkuat Eropa nampaknya mulai luntur. Hal tersebut semakin nyata setelah tim asal Catalan itu harus mengakhiri musim 2019/20 tanpa meraih satupun gelar. Hal ini seakan memperlihatkan jika klub yang terkenal dengan permainan tiki-takanya itu sedang didera krisis. Segala kekacauan itu semakin pelik setelah pemain ikoniknya, Lionel Messi menyampaikan keinginannya untuk pergi dari Camp Nou. Tak ayal, apakah tahun ini menjadi akhir dari kebersamaan sang bintang di Barcelona?

Kapten Barcelona, Lionel Messi dikabarkan telah menyampaikan keinginannya untuk meninggalkan klubnya di musim panas ini. Kabar tersebut memastikan isu yang berkembang beberapa waktu belakangan dimana sang pemain sudah sering dispekulasikan untuk pergi dari Camp Nou.

Dilansir dari ESPN, Barcelona mengonfirmasi jika Messi telah menyampaikan keinginannya untuk meninggalkan klub melalui sebuah dokumen. Sementara pihak klub dikabarkan telah merespon keinginan sang bintang dengan memintanya untuk tinggal dan mengakhiri karir di Barcelona.

Messi sendiri sejatinya masih memiliki kontrak bersama Barcelona hingga tahun 2021 mendatang. Namun dalam kontrak tersebut terdapat klausul yang memungkinkan Blaugrana untuk melepas Messi secara cuma-cuma di akhir musim. Klausul bisa diaktifkan jika Kapten Timnas Argentina itu menyampaikan keinginannya untuk hengkang sebelum musim selesai.

Yang jadi permasalahan, Messi menyampaikan keinginannya baru-baru ini dan Barcelona menganggap tenggat waktu untuk mengaktifkan klausul tersebut sudah lewat yang tepatnya pada akhir Juni lalu. 

Namun kubu Messi meyakini jika batas waktu seharusnya mundur hingga akhir Agustus. Hal ini dikarenakan musim 2019/2020 berjalan lebih panjang karena pandemi virus corona. Pada kontrak terakhirnya itu, La Pulga memiliki klausul buy-out senilai 700 juta euro atau setara Rp 12,1 triliun.

Krisis di Barcelona

Keinginan Messi untuk hengkang dari Barcelona diyakini karena kondisi klub yang sedang memburuk. Seperti yang diketahui, Los Cules baru saja menjalani mengakhiri musim 2019/2020 dengan buruk. Tak ada gelar yang datang ke Camp Nou setelah gagal total di La Liga, Copa Del Rey, dan Liga Champions.

Di La Liga khususnya, Lionel Messi dan kolega harus menerima kenyataan jika mereka tertinggal dari musuh abadinya Real Madrid. Sebelum pandemi Covid-19 mewabah, Barcelona berhasil unggul atas rivalnya itu di puncak klasemen. Namun setelah kompetisi dilanjutkan setelah jeda, Performa Blaugrana menjadi tak konsisten dan sempat tak menang dalam tiga pertandingan beruntun. Hasilnya, pada pekan terakhir Barcelona tertinggal 5 poin dari Madrid di tangga juara La Liga.

Sementara di ajang Copa Del Rey, Barcelona harus terhenti di babak perempat final setelah dikandaskan oleh Athletic Bilbao dengan skor tipis 1-0. Nasib lebih miris didapatkan Barcelona di ajang Liga Champions setelah disingkirkan Bayern Munich dengan skor telak 2-8. Hasil memalukan tersebut yang juga mengantarkan pelatih Quique Setien mendapatkan pemecatan.

Serangkaian hasil buruk tersebut membuka mata jika Barcelona benar-benar sedang mengalami krisis yang akut. Pergantian pelatih sebanyak dua kali pada musim lalu mengindikasikan jika klub sedang tidak stabil. 

Beberapa friksi sempat terjadi di internal klub beberapa waktu belakangan. Salah satunya Messi pun sempat terlibat mantan direktur olahraga klub, Eric Abidal pada awal tahun kemarin. Sang Kapten pun sempat mengkritisi langkah klub untuk memotong gaji para pemain karena virus corona.

Kabar ingin hengkangnya Messi secara cepat menyebar di media. Peraih enam gelar Ballon d’or itu langsung dikaitkan dengan beberapa klub besar di Eropa. Deretan klub macam Manchester City, Paris Saint-Germain, Inter Milan, Chelsea, Juventus, hingga Manchester United kabarnya tertarik untuk merekrut top skorer Barcelona sepanjang masa itu.

Bila benar-benar pindah, maka Messi mengakhiri kisah indahnya selama memperkuat Barcelona. Pasalnya pemain berusia 33 tahun itu adalah salah satu produk asli binaan akademi La Masia. Memulai karir profesionalnya pada 2004, Messi menjelma jadi legenda klub dengan menyandang pencetak gol terbanyak klub dengan torehan 634 gol dari 731 penampilan di semua kompetisi untuk Barcelona.

Dari torehan tersebut, Messi juga turut andil dalam memenangkan 34 trofi selama kariernya di Barcelona. Gelar bergengsi macam La Liga, Copa Del Rey, Piala Super Spanyol, Liga Champions, Piala Super Eropa, hingga Piala Dunia Antarklub telah diraih Messi bersama Barcelona.

Lantas dengan semua pencapaian dan kisah manis itu apakah masih yakin untuk pindah, Messi?