Leicester City dan Jalannya Menuju Titel Liga Inggris

Juara Liga Inggris edisi 2016 ini seakan mengulang kisah manisnya musim ini. Mengungguli tim big six lain macam Manchester City, Chelsea, Tottenham, Arsenal dan Manchester United, Jamie Vardy dkk menjadi penantang serius Liverpool yang nyaman di puncak. Dari segi statistik, raihan poin dan kemenangan Leicester City identik dengan musim terbaiknya saat dilatih Claudio Ranieri. Menarik melihat kiprah tim asuhan Brendan Rodgers melewati bulan penuh ujian di Desember.

Di tengah tak konsistennya tim ”Big Six” lain, Leicester City diam-diam merangsek ke papan atas klasemen sementara Liga Inggris. Sampai pekan ke 13, The Foxes bertengger di peringkat dua klasemen dengan jarak delapan poin dari sang pemuncak klasemen Liverpool.

Penampilan Leicester pun mengkilap di musim ini. Kekuatan antar lini yang merata menjadi faktor penentu solidnya klub yang bermarkas di King Power Stadium itu. Sang pelatih Brendan Rodgers patut mendapatkan kredit berkat ciamiknya kiprah Leicester sejauh ini.

Duet lini belakang antara Çağlar Söyüncü dan Jonny Evans begitu sulit di tembus lawan. Hanya kebobolan 8 gol, menjadi catatan terbaik di Liga Inggris sejauh ini. Duet ini sekaligus menjadi solusi tepat atas hengkangnya Harry Maguire ke Manchester United. Lini depan juga menjadi senjata lain The Foxes musim ini. Jamie Vardy kembali andalan untuk menjebol gawang lawan, torehan 12 golnya mengantar Vardy menjadi top skorer liga sejauh ini.

Salah satu sensasi yang dibuat Leicester musim ini kala mereka membantai Southampton dengan skor telak 0-9. Hasil ini sekaligus menyamai rekor Manchester United yang juga membukukan skor identik saat melawan Ipswich Town pada 1995. Torehan asuhan Leicester juga lebih spesial karena diraih dalam laga tandang, sekaligus mengantar Jamie Vardy dkk jadi klub dengan kemenangan tandang terbesar sepanjang sejarah.

Beberapa catatan diatas mengantarkan Leicester mencapai dejavu-nya musim ini. Usai mengalahkan Crystal Palace awal November lalu, The Foxes mencapai apa yang telah diraih mereka di musim 2015-16. Setelah melalui 11 pertandingan, tim asuhan Brendan Rodgers itu telah mengumpulkan 22 poin. Angka yang sama seperti empat tahun lalu saat menjuarai liga. Namun musim ini catatan mereka lebih sip dengan jumlah selisih gol yang lebih baik.

Dua pekan setelah dejavu tersebut, Leicester membuktikan kalau performa mereka bukan kebetulan semata. Mengalahkan Arsenal dengan elegan di King Power Stadium menjadi bukti shahih ciamiknya performa James Maddison dan kolega. Terbaru, mereka berhasil mengamankan 3 poin saat melawat ke kandang Brighton Hove & Albion. Berkat kemenangan tersebut, Leicester masih merangkai 5 kemenangan beruntun dan 4 laga tanpa kebobolan. Luar biasa.

Memasuki bulan Desember dan Januari, menarik melihat kiprah Leicester City untuk bersaing di papan atas Liga Inggris. Dua bulan tersebut menjadi tolak ukur konsistensi tim juara Liga Inggris. Bukan tak mungkin The Foxes kembali menjadi juara jika bisa melewati tantangan di Desember dan Januari dengan sempurna.

Gelar Liga Inggris ini bila didapatkan juga menjadi catatan manis bagi klub yang dimiliki oleh pengusaha asal Thailand Aiyawatt Srivaddhanaprabha, anak dari Vichai Srivaddhanaprabha yang meninggal dalam kecelakaan helikopter tahun lalu.

Siap berpesta di akhir musim, The Foxes?