Kazuyoshi Miura, Pesepakbola Tertua yang Bermain di Level Profesional

Pekerjaan atlet profesional biasanya hanya bisa berkiprah di usia produktifnya. Seperti pesepakbola yang biasa menjalani karirinya di usia 20 hingga akhir 40-an di level tertinggi. Namun hal ini tak terjadi dengan Kazuyoshi Miura. Pesepakbola asal Jepang ini masih bermain di usianya yang menginjak 53 tahun. Pemain yang dijuluki ‘King Kazu’ itu masih terus memecahkan rekor sebagai pesepakbola tertua yang bermain di level tertinggi.

Kazuyoshi Miura adalah anomali dalam dunia sepakbola. Bagaimana tidak, pria yang sudah menginjak usia 53 tahun itu masih aktif bermain di level profesional. Miura dikabarkan baru saja mencetak rekor sebagai pemain tertua yang bermain dalam laga Piala Liga Jepang, YBC Levain Cup pada usia 53 tahun, 5 bulan, dan 10 hari.

Dilansir dari Kyodo News, Miura baru saja memainkan laga pertamanya musim ini. Laga tersebut mempertemukan Yokohama FC dan Sagan Tosu di Ekimae Real Estate Stadium pada (6/8) kemarin. Miura memecahkan rekor yang dipegang oleh Yukio Tsuchiya sebagai pemain tertua di kompetisi tersebut pada 2017. Pada saat itu, Tsuchiya bermain pada umur 42 tahun, dan 10 bulan.

Perjalanan Karier

Musim ini menjadi tahun ke 35 Miura berkarir di sepakbola professional. Pemain kelahiran Shizuoka itu memulai kariernya pada tahun 1986 silam. Meski tumbuh besar di negeri sakura, klub profesional pertama Miura adalah Santos di Liga Brazil. Setelahnya ia terus berpindah ke klub Brazil lainnya yakni Palmeiras dan Coritiba. Hingga pada 1990, Miura kembali ke tanah kelahirannya.

Kepulangannya dari Brazil membuat Miura menjadi bintang di Jepang. Yomiuri SC menjadi klub pertamanya ketika berlaga di liga Jepang kala itu. Hingga pada tahun 1993, Jepang meresmikan J1 League dan Yomiuri SC berubah nama menjadi Verdy Kawasaki. Miura terpilih sebagai pemain terbaik pada edisi perdananya. Miura pun tampil cukup gemilang di J1 League dengan meraih 4 juara liga secara beruntun.

Setelah puas meraih gelar liga Jepang, Miura memulai petualangannya di benua Eropa dengan berkiprah di Liga Italia bersama Genoa pada musim 1994-95. Pada musim debutnya, Miura bermain sebanyak 21 kali dengan mencetak 1 gol. Namun setelah musim tersebut berakhir, Miura kembali ke klub lamanya hingga tahun 1998. Kemudian Miura kembali ke Eropa dengan bermain di Croatia Zagreb pada tahun 1999.

Tak lama bermain di Eropa, Miura kembali ke Jepang untuk bermain dengan Kyoto Purple Sanga dan Vissel Kobe selama lima tahun. Hingga pada tahun 2005, King Kazu pindah ke Yokohama FC. Di klub ini, Miura mencapai performa terbaiknya hingga diganjar penghargaan J-League All-Star Soccer pada 2007. Yokohama FC juga menjadi klub Miura hingga saat ini ketika usianya menginjak kepala lima.

Cemerlangnya Miura di level klub membuatnya sempat menjadi langganan Tim Nasional Jepang. Kiprah King Kazu dimulai saat dirinya dipanggil untuk mengisi skuad Jepang di Asian Games 1990. Setelah debutnya itu, Miura terus masuk jajaran skuad tim nasional. Ia pun menjadi bagian tim yang menjuarai Piala Asia pada 1992 silam. Performanya semakin meningkat kala membela Jepang di Kualifikasi Piala Dunia 1994. Di kompetisi itu, Miura berhasil mencetak 13 gol dari 13 pertandingan.

Kiprah Miura di Tim Nasional Jepang berakhir di tahun 2000. King Kazu tercatat memiliki 89 caps dan mencetak 55 gol. Miura pun sempat menjajal peruntungannya di futsal pada 2012. Kala itu usianya sudah menginjak 45 tahun dan sempat bermain untuk tim nasional futsal Jepang. 

King Kazu pun sempat ikut serta di skuad Jepang kala bertanding di Piala Dunia Futsal pada tahun 2012. Pada turnamen tersebut, Miura berhasil mencetak 4 gol di 4 pertandingan, namun perjalanan Jepang di Piala Dunia 2012 terhenti di babak 16 besar setelah disingkirkan Ukraina.

Kredit foto: CNN