Karena Corona, Penghargaan Ballon D’Or Ditiadakan

Badai virus corona membuat perubahan besar dalam dunia sepakbola. Ada penyesuaian di sana-sini yang terpaksa dilakukan otoritas sepakbola, baik level nasional, regional, hingga FIFA. Hal ini menyebabkan ajang penghargaan bergengsi sedunia Ballon D’Or 2020 resmi dibatalkan. France Football sebagai penyelenggara tak memiliki pilihan lain selain mendiadakan acara tersebut pada tahun ini.

Ajang penghargaan bergengsi sepakbola dunia, Ballon D’Or 2020 resmi dibatalkan. Pandemi Covid-19 yang begitu mempengaruhi musim ini membuat majalah France Football sebagai penyelenggara terpaksa membatalkan perhelatan tahunan tersebut. Pembatalan Ballon D’Or adalah yang pertama sejak tahun 1956.

“Tidak ada (Ballon D’Or) edisi 2020 karena ternyata setelah pertimbangan matang, situasi dan kondisinya tak memungkinkan. ” ujar Pascal Ferré, Editor in Chief majalah France Football dilansir dari Associated Press.

Musim kompetisi 2019/20 harus dijalani dengan beberapa penyesuaian setelah pandemi Covid-19 melanda. Memasuki bulan Maret, banyak kompetisi sepakbola terpaksa menghentikan sementara perhelatannya untuk mencegah penyebaran virus corona. Hingga pada bulan Mei lalu beberapa liga khususnya di Eropa mulai melanjutkan musim kembali. Selain perubahan jadwal, beberapa kompetisi pun telah mengubah format dan peraturan.

“Ada juga pergantian pemain sebanyak 5 kali, bukannya 3 seperti biasanya. Lalu format Liga Champions pun berubah, dari yang tadinya sistem dua leg menjadi sekali main saja sejak perempatfinal,” tambah Ferré.

Tak hanya kompetisi antar klub saja yang terdampak, kompetisi antar negara yang semestinya diselenggarakan tahun ini juga terpaksa dibatalkan. Seperti Piala Eropa 2020 dan Copa America 2020 yang ditunda hingga tahun depan. Berbagai perubahan tersebut juga mendorong France Football untuk membatalkan Ballon D’Or 2020. Majalah terkemuka itu menilai penilaian menjadi terlihat kurang adil karena banyaknya perubahan format kompetisi.

“Ballon D’Or jadi hanya diputuskan lewat tiga pertandingan; perempatan, semifinal, dan final (Liga Champions) saja. Ada banyak perubahan yang berlaku, dan kami tak masalah, mengingat kesehatan dunia saat ini. Namun dengan demikian, sepakbola tahun ini tidak dianggap normal seperti tahun-tahun sebelumnya. Keadaan yang tak biasa membuat munculnya keputusan yang tak biasa pula,” ungkap Ferré.

Padahal pada tahun ini Ballon D’Or akan lebih kompetitif dari biasanya karena banyak pemain yang berpeluang untuk mendapatkan penghargaan legendaris itu. Seperti Robert Lewandowski yang menggila bersama Bayern Munich, gemilangnya Neymar dan Kylian Mpappe di Paris Saint-Germain, dan tentunya dua pemain langganan yakni Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang masih konsisten musim ini.

Namun pihak France Football telah memastikan jika perhelatan Ballon D’Or tetap dilaksanakan tahun depan. Andai pandemi Covid-19 masih berlangsung di musim depan, mereka tetap akan menggelar ajang penghargaan tersebut.

“Musim ini terbagi menjadi dua bagian, yakni periode normal dan tidak normal. Jika di 2021 semua partai dimainkan pada penonton dan pergantian pemain sebanyak 5 kali terus berlaku, kami akan menyesuaikan diri, karena kondisinya lebih adil,” tandas Pascal Ferré memastikan Ballon D’Or tahun depan.