Juventus Hentikan Rentetan Kemenangan Inter di Serie A

Enam kemenangan beruntun itu pun berhenti di tangan musuh abadi. Ya, Juventus berhasil mengalahkan dan menghentikan rentetan kemenangan Inter di Serie A pada giornata ke-7, Senin (7/10/2019) dini hari tadi.

Juventus bertandang ke stadion Giuseppe Meazza dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah menuai kemenangan di pertandingan terakhir Liga Champions tengah pekan kemarin. Sedangkan Inter, baru saja dikalahkan raksasa La Liga, Barcelona, di ajang yang sama. Juventus pun akhirnya memenangkan pertandingan derby d’italia dengan skor 1-2.

Si Nyonya Tua sudah unggul cepat di awal laga kala Paulo Dybala berhasil menyarangkan bola ke gawang Handanovic pada menit ke-4 memaksimalkan umpan dari Miralem Pjanic. Pemain asal Argentina tersebut berhasil melepaskan tendangan keras kaki kiri yang melewati sela Milan Skriniar dari dalam kotak penalti.

Dua menit berselang, Cristiano Ronaldo nyaris menambah keunggulan Bianconeri setelah menusuk dari sisi kiri dan melewati berapa pemain bertahan Inter. Tapi sayang tendangan keras pemain Portugal tersebut hanya membentur mistar atas gawang Inter.

Masuk di menit ke-18, Inter mendapatkan penalti setelah Matthijs De Ligt menyentuh bola di area terlarang. Para pemain Juventus sempat melakukan protes, tapi wasit Gianluca Rocchi tak bergeming. Lautaro Martinez yang menjadi eksekutor sukses menceploskan bola ke gawang Wojciech Szczesny. Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan sampai babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, jual beli serangan terus terjadi. Dari kubu Inter, Martinez menjadi momok yang menakutkan yang terus menerus menciptakan peluang. Salah satunya saat tendangan yang dilakukan dari samping berhasil ditepis keluar lapangan oleh Szczesny, setelah menerima umpan dari Lukaku. Dari kubu tim tamu, duet Dybala-Ronaldo benar-benar membuat pertahanan Inter kerja keras di pertandingan tersebut.

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, melakukan satu pergantian penting untuk mengubah jalannya pertandingan. Di menit ke-62, ia memasukan Gonzalo Higuain untuk menggantikan Federico Bernardeschi. Keputusan itu berbuah manis, karena di menit ke-80 Higuain berhasil membawa Juventus memimpin pertandingan. Kerja sama antara Ronaldo-Bentacur berhasil diselesaikan dengan apik oleh sontekan Higuain yang berbuah gol kedua Juventus.

Hasil ini seolah mengingatkan dengan laga antara Inter melawan Juventus yang juga terjadi di ajang Serie A tahun 2017 lalu. Saat itu, Higuain juga menjadi pahlawan dengan golnya yang tercipta pada menit-menit akhir pertandingan.

Tidak ada gol tambahan lagi hingga akhir pertandingan. Juventus berhasil mengkudeta Inter di puncak klasemen dengan keunggulan satu poin. Meskipun demikian, Maurizio Sarri selaku pelatih enggan merasa jemawa. Ia merasa keberhasilan menduduki puncak klasemen di masa awal musim seperti ini tidak memberikan pengaruh besar.

“Mengambil alih posisi puncak masih berarti kecil sekarang. Elemen yang paling signifikan adalah kami bermain apik, dengan karakter serta determinasi melawan sebuah tim yang telah memenangkan setiap laga sejauh ini,” ujar Sarri kepada Sky Sport Italia.

Di sisi lain, allenatore Inter, Antonio Conte tak merasa kecewa tim asuhannya akhirnya harus menerima kekalahan. Dia juga merasa sudah terbiasa tim yang dilatihnya dikalahkan oleh Juventus.

“Saya selalu kalah saat melawan Juventus, dengan Arezzo dan Atalanta. Saya merasa kecewa saat kalah, tapi tidak sekarang karena ini berasal dari Juventus. Saya mengangkat topi kepada mereka,” tutur Conte ke Sky Sport Italia usai laga.

Setelah pertandingan ini, kedua tim akan beristirahat karena mendapatkan rehat cukup dengan adanya jeda internasional yang berlangsung selama dua pekan ke depan.