Ironi Nasib Hakan Sukur, Sang Pencetak Gol Tercepat Piala Dunia

Biasanya mantan pesepakbola professional akan melanjutkan hidupnya dengan berkecimpung di dunia yang tak jauh dari lapangan hijau. Ada yang jadi pelatih, komentator, atau terlibat di manajemen klub dimana dulu ia bermain. Namun hal lain dialami oleh Hakan Sukur, legenda Turki yang mencetak rekor gol tercepat di Piala Dunia 2002. Mantan striker Inter Milan ini harus berjibaku di jalanan Amerika sebagai pengemudi taksi online untuk menyambung hidupnya.

Hakan Sukur dikenal sebagai salah satu pesepakbola tersukses milik Turki. Hakan Sukur sempat menghebohkan dunia saat memperkuat Timnas Turki di Piala Dunia 2002. Pada perebutan juara ketiga melawan Korea Selatan, Hakan Sukur mencetak gol pada detik ke 10 pertandingan. Setelahnya gol tadi ditashbihkan sebagai gol tercepat di Piala Dunia. Gol ini juga membantu Turki keluar menjadi juara ketiga turnamen sepak bola empat tahunan itu.

Karirnya di level klub juga cukup mentereng. Hakan Sukur begitu identik dengan Galatasaray, pasalnya Ia membela klub asal kota Istanbul itu sebanyak 3 kali. Selain itu Hakan Sukur tercatat sempat membela beberapa klub di luar liga Turki. Legenda Turki ini sempat mencicipi atmosfir liga Italia bersama Torino, Parma, dan Inter Milan. Tak puas, Hakan Sukur sempat bermain di liga Inggris bersama Blackburn Rovers.

Setelah mengakhiri karir sepak bolanya pada 2008, Hakan Sukur aktif di ranah politik. Dia pernah terpilih sebagai anggota Parlemen Turki. Namun karir politiknya berakhir saat presiden Recep Tayyip Erdogan berkuasa pada tahun 2011. Berada di pihak oposisi pemerintahan Erdogan membuat Hakan Sukur mengalami berbagai persoalan pelik.

Salah satunya, Hakan Sukur dan banyak orang lainnya dituduh berpartisipasi dalam kudeta yang gagal. Dicap sebagai musuh pemerintah, ia dipaksa untuk pergi ke tempat pengasingan. Segala aktivitas Hakan Sukur dibatasi pemerintah, bahkan keluarganya pun mendapatkan ancaman.

“Saya sangat mencintai negara saya. Setelah tak mendukung Erdogan, saya kerap mendapat ancaman. Toko istri saya diserang, anak-anak saya dilecehkan, ayah saya dipenjara, dan semua aset saya dibekukan,” ujar Hakan Sukur dikutip dari CNN.

Didera banyak kesulitan membuat Hakan Sukur hijrah ke Amerika Serikat. Disana, ia mengelola sebuah kafe di kota California. Namun kehidupannya di kota itu juga tak berjalan mulus, Hakan Sukur beberapa kali kedatangan orang mencurigakan yang menyatroni kafenya. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk menjadi pengemudi taksi online dan menjual buku.

“Kemudian saya pindah ke Amerika Serikat. Saya sempat membuka kafe di California, namun beberapa kali orang mencurigakan menyatroni saya. Sekarang saya jadi pengemudi Uber dan menjual buku-buku,” kata Hakan Sukur menceritakan kehidupannya di Amerika Serikat.