Sejarah Hari Ini: Mengenang Hillsborough sebagai Tragedi Terburuk Sepakbola Inggris

Tanggal 15 April 1989 menjadi hari terkelam bagi sepakbola Inggris. Pasalnya tak ada yang menyangka jika akan terjadi tragedi terburuk dalam dunia kulit bundar tanah Ratu Elizabeth. Tidak lain adalah Tragedi Hillsborough.

Tragedi Hillsborough terjadi saat pertandingan semi final Piala FA antara Liverpool dan Nottingham Forest, dua klub Inggris yang sedang jaya-jayanya di dekade 80an. Pertandingan ini dihelat di stadion milik Sheffield Wednesday, yakni Stadion Hillsborough yang lantas menjadi nama yang diingat sebagai tragedi memilukan sepak bola Inggris. Insiden ini merenggut nyawa 96 yang seluruhnya penggemar Liverpool dan 766 orang lainnya mengalami luka-luka.

Kronologi Kejadian

Saat pertandingan akan dihelat, supporter masing-masing baik Liverpool maupun Nottingham Forest ditempatkan secara terpisah. Sebanyak 29.800 pendukung Nottingham Forest dan 24.256 Liverpool telah menjejali tribun stadion Hillsborough. Namun diluar stadion, sekitar 5.000 penggemar Liverpool masih berusaha untuk masuk ke dalam stadion, dan hal inilah yang ditengarai menjadi awal dari bencana Hillsborough.

Situasi ini akhirnya memaksa pihak kepolisian berjibaku untuk mengendalikan fans yang memaksa masuk. Dua gerbang pintu keluar stadion yang biasanya ditutup terpaksa dibuka agar fans Liverpool bisa masuk. Berdasarkan laporan dari media Inggris, keputusan inilah yang menjadi penyebab utama terjadinya tragedi Hillsborough. 

Dibukanya dua gerbang tadi membuat para fans menyerbu masuk ke dalam stadion, yang imbasnya membuat fans yang berada di tribun tertekan ke depan. Akibatnya mereka terpaksa menginjak dan menindih fans yang berada diposisi terdepan. Melubernya penonton membuat pagar pembatas tak mampu menahan beban dan akhirnya jebol. Alhasil para penonton pun terjatuh ke pinggir lapangan dan tak sedikit yang berada di kondisi yang mengenaskan dan mengalami luka-luka.

Akibat kejadian ini setidaknya mengakibatkan 96 orang meninggal dunia dan 766 orang lainnya menderita luka-luka. Terjadinya peristiwa membuat Liverpool menambahkan lambang api dalam logonya untuk menghormati korban yang kehilangan nyawanya. Sebuah prasasti juga didirikan di depan stadion Hillsborough untuk mengenang tragedi memilukan tersebut.

Peristiwa yang Mengubah Wajah Sepakbola Inggris

Tragedi Hillsborough membuat sepakbola dunia ikut berduka. Khusus di Inggris, kejadian ini membuat pemerintah dan federasi sepakbola setempat (FA) mengevaluasi pertandingan sepakbola mulai dari pelaksanaan sampai infrastruktur pendukung.

Salah satu yang mencolok adalah dihilangkannya tribun berdiri. Peraturan ini sempat memicu polemik karena dianggap menghilangkan atmosfer semarak pada pertandingan sepakbola. Meski begitu kebijakan ini tetap dijalankan untuk alasan keamanan. Terhitung mulai dari klub divisi teratas Premier League hingga divisi di bawahnya tidak menyediakan tribun berdiri di kandangnya.

Selain menghilangkan tribun berdiri, stadion di Inggris juga diharuskan untuk menghilangkan pagar pembatas. Sebelum insiden Hillsborough terjadi, antara tribun dan lapangan dibatasi oleh pagar tinggi dengan ujungnya yang tajam. Adanya pagar pembatas membuat proses evakuasi penonton menjadi sulit dilakukan ketika terjadi bencana. Seperti yang terjadi di Hillsborough yang menyebabkan para penonton kesulitan untuk menyelamatkan diri akibat adanya pagar pembatas.

Maka tak heran bila saat ini tribun stadion di Inggris umumnya memiliki jarak yang begitu dekat dengan lapangan. Hal ini tentu berbeda dengan negara lain yang mayoritas stadionnya masih memiliki pagar pembatas, termasuk di Indonesia.

Beberapa kebijakan yang diambil FA membuat para penonton sepakbola menjadi lebih dewasa. Tak terlihat lagi kekerasan yang dulu kerap terjadi di tribun stadion. Setidaknya tragedi Hillsborough berhasil mengubah wajah persepakbolaan Inggris yang identik dengan kerusuhan antar suporter menjadi lebih ramah untuk penonton lainnya.