Setelah Liga Belanda dan Liga Prancis Dihentikan, Siapa Lagi Menyusul?

Pandemi virus corona terus meminta korban. Tak hanya korban jiwa, pandemi ini terus merugikan berbagai sendi kehidupan di seantero dunia. Ranah lapangan hijau pun tak bisa menghindari ujian besar ini. Terbaru, dua liga besar di Eropa yakni Liga Belanda dan Liga Prancis resmi menghentikan musim 2019/2020. Dengan penyebaran virus corona yang belum mereda di Benua Biru, akankah Liga Eropa lainnya akan ikut menghentikan musimnya?

Liga Belanda menjadi liga pertama di Eropa yang resmi menghentikan musim kompetisi 2019/2020. Keputusan ini terkait pandemi COVID-19 yang terus menyebar di negeri kincir angin. 

Dikutip dari Skysports, pembatalan kompetisi berdampak pada ketentuan promosi dan degradasi liga. Setelah musim dihentikan, maka tidak ada klub yang terdegradasi dan meraih tiket promosi. Hal ini berdasarkan kesepakatan semua klub dan Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) yang didapat melalui rapat secara virtual. 

Selain tak adanya promosi dan degradasi, Liga Belanda juga dihentikan tanpa adanya juara. Ajax Amsterdam yang memimpin klasemen hingga pekan ke-25 harus merelakan ambisi untuk kembali menjuarai Liga Belanda. The Amsterdamers unggul selisih gol dari pesaing terdekatnya AZ Alkmaar di posisi kedua.

Pembatalan kompetisi juga terjadi di Liga Prancis. Keputusan untuk menghentikan musim 2019/2020 dicapai setelah Perdana Menteri Edouard Philippe resmi mengumumkan larangan mengelar event olahraga apapun sampai bulan September.

Larangan ini diputuskan demi memudahkan kebijakan lockdown yang sedang diberiakukan Prancis. Sebagai informasi, negara itu menjadi salah satu yang terdampak corona cukup parah di Eropa. Sampai hari ini, terdapat 166 ribu kasus positif dan lebih dari 24 ribu orang meninggal dunia di Prancis.

“Musim 2019/2020 dalam olahraga profesional, termasuk sepakbola tidak bisa dilanjutkan,” ujar Philippe dikutip dari Skysports.

Meski liga telah dibatalkan, belum ada keputusan apakah musim dituntaskan tanpa juara atau tidak, selain itu ketentuan kualifikasi untuk kompetisi Eropa dan nasib klub yang tengah berjuang di zona degradasi dan promosi juga belum ditentukan. Sampai saat ini Paris-Saint Germain masih memuncaki klasemen Ligue 1 dengan keunggulan 12 poin dari Olympique Marseille. 

Selain dua liga di atas, liga Eropa lainnya masih menunggu kepastian untuk melanjutkan kompetisi. Liga Inggris, Spanyol, dan Jerman mulai merencanakan untuk menghabiskan sisa musim 2019/2020. Bahkan beberapa klub di Inggris dan Jerman sudah memulai sesi latihan di bawah ketentuan physical distancing.

Menanggapi hal ini Ketua Medis FIFA, Michel D’Hooghe menilai pertandingan sepakbola seharusnya tidak digelar selama pandemi COVID-19 masih mewabah. Ia menyarankan untuk melakukan pembatalan sampai dimulainya musim kompetisi baru.

“Jika mereka bisa memulai musim 2020/2021 pada akhir Agustus atau awal September saya akan merasa senang. Mereka bisa menghindari serangan kedua virus COVID-19 yang bukan tidak mungkin akan terjadi. Semua orang harus berhati-hati saat ini,” tutur D’Hooghe dikutip dari CNN.