Lagi-Lagi Karena De Gea

Rentetan kemenangan Manchester United harus terhenti malam tadi setelah takluk 1-3 dari Chelsea di Semifinal FA Cup. Pada pertandingan itu, The Red Devils memang bermain buruk dan didominasi oleh The Blues di sepanjang pertandingan. Namun yang mencuri perhatian adalah penampilan David De Gea yang kembali membuat blunder. Tak hanya satu, kiper asal Spanyol itu membuat dua kesalahan fatal yang berujung gol bagi Chelsea. Blunder malam tadi adalah kesekian kalinya yang dilakukan De Gea disepanjang musim ini. Apakah musim ini adalah akhir dari era De Gea di Theatre of Dreams?

David De Gea kembali menjadi persakitan kala Manchester United kalah malam tadi atas Chelsea di semifinal FA Cup yang berkesudahan 1-3. Tak hanya satu, De Gea melakukan dua kesalahan fatal yang menyebabkan timnya kebobolan. Blunder seakan menjadi momok menakutkan bagi kiper nomor 1 The Red Devils iitu di musim ini.

Bahkan menurut data yang dihimpun oleh Premier League, De Gea menjadi kiper dengan jumlah blunder terbanyak musim ini. Padahal dirinya baru saja memecahkan rekor Peter Schmeichel sebagai kiper dengan jumlah penampilan terbanyak di Manchester United. Tak hanya itu, sebenarnya De Gea sudah sering kali didaulat sebagai pemain terbaik The Red Devils di beberapa musim terakhir. Namun memasuki dua tahun terakhir, performanya sudah tak setangguh dahulu.

Beberapa analis telah menilai jika De Gea sudah mengalami penurunan level permainan. Seperti yang diungkapkan oleh Phil Neville, mantan pemain Manchester United era 90-an hingga awal 2000-an. Dirinya merasa bila kiper asal Spanyol itu sudah jauh menurun.

“De Gea yang sekarang sudah tidak sama lagi, tidak seperti yang kita kenal sebelumnya. Ia bukan De Gea yang memenangi empat gelar Player of The Year dari lima kali nominasi,” ujar Phil Neville dilansir dari BBC.

“Dia membuat kesalahan, dan kalau Anda lihat tiga gol yang bersarang malam ini, pastilah Anda yakin De Gea bisa mencegah gol tersebut. Bila saya menjadi Solskjaer, pastilah saya akan panik. Karena level permainan kiper utama saya sudah jauh menurun dan tak lagi konsisten,” tandas mantan kapten Everton itu.

Tak konsistennya David De Gea menimbulkan spekulasi tentang siapa yang akan menggantikannya di bawah mistar gawang Manchester United. Nama Dean Henderson menjadi calon kiper masa depan The Red Devils. Spekulasi ini turut didukung dengan cemerlangnya penampilan Henderson bersama Sheffield United. Saat ini, kiper berusia 23 tahun itu menjadi penjaga gawang dengan jumlah cleansheet terbanyak di Premier League sebanyak 13 kali.

Dean Henderson Dianggap Sudah Siap untuk Menjadi Kiper Utama di ...
Dean Henderson calon kiper utama Manchester United. Sumber: 90 min

Menurunnya level permainan De Gea tentu menjadi permasalahan besar bagi Manchester United. Pasalnya kiper Tim Nasional Spanyol itu menjadi kiper dengan gaji termahal sedunia dengan bayaran 375 ribu poundsterling (Rp 6,9 miliar) per pekan. Bayaran tersebut sekaligus menjadikan De Gea sebagai pemain dengan bayaran tertinggi di Manchester United saat ini.

Tentu musim depan menjadi pertaruhan besar bagi Manchester United. Apakah mereka tetap mempertahankan De Gea sebagai kiper utama dengan bayaran mahal, atau mempercayakan Dean Henderson sebagai kiper utama yang minim pengalaman di partai besar.

Kredit foto: goal.com