Aturan Baru Pemain Asing di IBL Musim 2020

Menyongsong musim baru digulirkan, IBL mengeluarkan regulasi baru guna meningkatkan kwalitas dunia basket dalam negeri. Kali ini, sorotan lebih ditujukan untuk para pemain asing yang akan bermain dan ikut berkompetisi memenangkan liga bagi klub nya masing-masing.

Indonesia Basketball League (IBL) musim 2020 akan dimulai pada tanggal 10 Januari 2020. Kota Semarang terpilih menjadi kota pembuka liga basket terbesar di Indonesia tersebut. IBL musim depan memperbolehkan setiap tim menggunakan tiga pemain asing. Sebelumnya, setiap tim hanya diizinkan menggunakan dua pemain asing.

Walau memperbolehkan memainkan tiga pemain asing, setiap tim hanya diperbolehkan memainkan dua pemain saja di lapangan dan sisanya di bangku cadangan. Sementara untuk pergantian pemain asing hanya boleh dilakukan sebanyak dua kali, yaitu seri IV dan sebelum seri terakhir. Hal itu dijelaskan oleh Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah.

Pergantian pemain asing juga boleh dilakukan oleh tim peserta jika terjadi dua hal, seperti indisipliner dan cedera. “Kami kasih keleluasaan kalau pemainnya tidak sesuai, misalnya indispliner. Itu yang pertama. Kemudian, cedera apabila klub dan liga menilai pemain cedera dan hal lain yang menyebabkan kerugian, itu silakan diganti. Ini kami pelajari juga dari yang sebelumnya,” ujar Junas.

Perubahan juga dilakukan untuk batas aturan tinggi pemain asing. IBL hanya membolehkan pemain asing minimal 200 cm. Sementara pada aturan sebelumnya, pemain asing tipe small man maksimal 188 cm, big man tak ada batasan tinggi.

Selain perubahan regulasi pemain asing, Indonesia Basketball League juga membuat keputusan untuk menaikkan batas maksimal gaji dari ketiga para pemain asing menjadi 6.000 dollar AS dari musim sebelumnya 4.000 dollar AS dengan dua pemain asing.

Sementara itu, IBL 2020 baru diminati sembilan klub, termasuk Timnas. Operator menunggu satu klub lagi. Stapac Jakarta, yang jadi juara bertahan tak akan mengikuti musim baru IBL. Stapac mundur karena krisis pemain; pensiun, cedera, dan harus bergabung dengan Timnas.

Delapan klub yang akan bertarung di kompetisi terbaru nantinya adalah NSH Jakarta, Bima Perkasa Yogja, Satria Muda Jakarta, Prawira Bandung, Hangtuah, Pelita Jaya, Pacific Caesar, dan Satya Wacana. Satu peserta tambahan adalah Tim Nasional basket putra, namun khusus di babak reguler, seri pertama hingga kedelapan.

Menurut Junas, keikutsertaan Timnas basket putra bertujuan untuk memberikan atmosfer kompetisi terhadap Timnas yang ditunggu Kualifikasi FIBA Asia 2020 sebagai upaya lolos Piala Dunia Basket 2023. Di tahun itu, Indonesia menjadi tuan rumah bersama Filipina dan Jepang.