Dalam lanjutan pertandingan pekan ke-7 Premier League 2019/2020, Selasa (1/10/2019) dini hari WIB, Arsenal berhasil menahan Imbang Manchester United dengan skor 1-1. Tapi, pertandingan itu dianggap tidak bisa memuaskan fans kedua tim, bahkan penonton netral. Duel MU vs Arsenal tak lagi panas seperti beberapa tahun silam, ketika dua tim tersebut merupakan tim-tim terkuat di Premier League.

Sejak awal pertandingan, Arsenal terlihat sengaja lebih bertahan. Itu dibuktikan dengan dipasang nya tiga gelandang bertahan di starting line-up. Unai Emery memainkan Matteo Guendouzi, Granit Chaka, dan Lucas Torreira sekaligus guna menghalau serangan sejak dari tengah lapangan. Trio itu baru dirubah ketika babak kedua, saat Dani Ceballos masuk menggantikan Torreira.

“Kami bisa menurunkan pemain-pemain berbeda dan bisa menerapkan taktik berbeda, juga lawan kami memaksa kami mengubah pendekatan. Sebagai contoh, malam ini MU tampil menyerang dan kami merasa bisa bermain lebih seimbang dengan tiga gelandang ini,” kata Emery di Arsenal.com.

Walau lebih banyak pemain dengan tipe bertahan, Arsenal juga beberapa kali mengancam pertahanan Manchester United lewat pergerakan Pierre-Emerick Aubameyang yang akhirnya juga mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-58.

Gol Aubameyang sempat dianulir hakim garis karena merasa penyerang asal Gabon tersebut berada dalam posisi offiside. Namun, saat melihat VAR, wasit utama akhirnya memutuskan gol tersebut sah. Pemain Arsenal pun merayakan suka cita atas terjadinya gol penyeimbang itu.

Dalam pertandingan tersebut, Manchester United unggul lebih dulu lewat sepakan jarak jauh Scott McTominay di menit ke-45. MU pun merasa percaya diri untuk bisa memenangkan laga. Tapi, buruknya koordinasi antar pemain, tidak memiliki penyerang mumpuni untuk bisa jadi protagonist pemenang pertandingan, dan penampilan apik dari Bern Leno, menggalkan keinginan tim asal Manchester tersebut untuk memetik kemenangan.

Tercatat, Leno berhasil menghalau sepakan dari Pereira, Rashford, sampai Maguire untuk menjaga gawang Arsenal tak kebobolan lagi. Dengan hasil imbang ini, Manchester United mengulangi torehan buruk yang pernah mereka raih pada musim 1989/90 saat menghasilkan sembilan poin dari tujuh pertandingan awal.

Menurut Kepala Penulis Sepak Bola BBC Sports, Phil McNulty, duel Manchester United vs Arsenal kali ini hanya duel tim medioker belaka. Phil McNulty berkata, dahulu, laga United vs Arsenal selalu menarik. Ada ulasan besar-besaran dari media. Laga ini digelar layaknya sebuah prosesi. Ada pula pemain seperti Roy Keane dan Patrick Vieira yang memberi warna tersendiri dengan perseteruannya.

“Ini adalah pertemuan tim peringkat ke-11 dan yang berada di urutan ke-8 di Premier League sebelum kick-off dan itu merupakan pertanda seberapa jauh raksasa-raksasa ini telah jatuh,” kata Phil McNulty.

Baik Arsenal maupun MU sama-sama mengalami kemerosotan dalam beberapa tahun terakhir. Mereka juga sedang berusaha bangkit, MU bersama Ole Gunnar Solskjaer dan Arsenal mengharapkan Unai Emery sebagai dewa yang membangkitkan.

Pasca berbagi angka 1-1 di Old Trafford, Arsenal kini berada di posisi ke-4 klasemen dengan 12 poin. Sedangkan, United berada di posisi ke-10 dengan meraih sembilan poin. Liverpool berada di puncak klasemen dengan 21 poin.