Andres Escobar, Gol Bunuh Diri dan 12 Peluru di Dada

Di dekade 90-an Kolombia masih jadi tanah merah, banyak darah tumpah tanpa sebab. Hukum yang berlaku masih banal dan kejahatan menyeruak setiap harinya. Korban fatalnya Andres Escobar, bek tengah kesebelasan Kolombia yang harus meregang nyawa dengan 12 luka tembak akibat gol bunuh dirinya di lapangan hijau.

Di bawah tangan dingin pelatih Francisco Maturana, manis umpan-umpan Gabriel Jaime Gomez dan garangnya ‘El Pitufo’ Antony de Avila di lini depan, timnas Kolombia layak mendaulatkan diri sebagai salah satu tim terganas dunia di medio 90-an. Piala dunia 1994 seharusnya jadi pembuktian, namun gol bunuh diri Andres Escobar merusak rencana.

Tergabung di Grup A kesebelasan Kolombia harusnya berada di atas angin. Keganasannya di babak kualifikasi dan mental baja tiap pemain jadi citra galak tim ini mana kali laga. Grup A hanya dihuni Amerika Serikat, Rumania dan Swiss, medioker-medioker yang seharusnya tidak jadi masalah besar bagi de Avilia dan kawan-kawan. Namun kenyataannya berbeda, Kolombia harus terperosok jauh di dasar klasemen grup.

Laga penentuannya terjadi di Stadion Rose Bowl, Pasadena, California. Tim asuhan Maturana wajib menang jika ingin lolos ke babak knock-out. Amerika Serikat selaku tuan rumah bermain agresif sejak menit awal, tensi tinggi kian terasa ketika menit pertengahan babak pertama. Formasi Kolombia lambat laut keliatan carut, entah beban mental atau memang Amerika Serikat sedang on-fire hari itu. Petaka pun terjadi di menit ke-35, umpan silang gelandang AS, John Harkes ke kotak penalti Kolombia salah diantisipasi pemain bernomor punggung 2 yang tidak lain adalah Andres Escobar. Bola muntahnya mengarah ke gawang Oscar Cordoba dan membuah gol bunuh diri. Pertandingan berlangsung kian berantakan usainya. Kolombia pun tumbang 1-2 atas Amerika Serikat.

Atas raihan ini Kolombia kehilangan harapan melaju ke babak selanjutnya. Meski menang atas Swiss di pertandingan berikutnya, tim ini tetap harus pulang kampung lebih awal. Kepulangan timnas Kolombia pun disambut pahit publik negara penyuplai kokain dunia tersebut, timnas dianggap bodoh, gagal dan tidak berkualitas. Berbagai ancaman pembunuhan hingga penculikan membayangi official dan pemain, terparah bagi Andres Escobar yang jelas jadi biang keladi. 2 Juli 1994, tepat di parkir klub malam El Indio, Escobar diberondong 12 kali tembakan yang seluruhnya tepat bersarang di sekujur dada dan kepala. Saksi mata mengatakan pelaku berteriak “Gol” setiap kali menghentakan bedil ke tubuh Escobar.

Pembunuhan Andres Escobar membuat gempar satu dunia. Beberapa media mengaitkan kasus kematiannya dengan kekecewaan Kartel Madellin yang era itu sedang digdaya-nya dibawah komando Pablo Escobar. Ada juga yang berspekulasi bahwa kematian bek tengah tersebut erat hubungannya dengan permasalah judi dan hutang. Penyebabnya masih simpang siur meski pelakunya telah diringkus dan dibebaskan 2015 lalu.

Foto : CNN