Akhir Penantian Panjang Liverpool di Premier League

Setelah 30 tahun lamanya, Liverpool bisa mengakhiri puasa gelar Premier League. Suka cita pun langsung menyebar di seantero kota Merseyside. Lebih spesial, gelar juara diraih The Reds dengan cara yang meyakinkan dengan unggul jauh di puncak klasemen. Trofi ini semakin menegaskan jika Liverpool benar-benar telah kembali ke jajaran elit sepakbola Inggris.

Laga Chelsea versus Manchester City semalam menjadi penentu gelar juara Liga Inggris Musim ini. Partai yang berkesudahan dengan kemenangan The Blues membuat Liverpool berhasil menyegel gelar Liga musim ini. Dengan selisih 23 poin atas sang juara bertahan, poin The Reds tak mungkin bisa dikejar di sisa 7 pertandingan terakhir. Catatan ini pun menasbihkan Liverpool sebagai peraih gelar Liga Inggris di era Premier League tercepat sepanjang sejarah.

Liverpool musim ini memang berbeda dengan musim-musim sebelumnya. Meski tak banyak mendatangkan pemain di bursa transfer, juara Liga Champions 2019 itu semakin trengginas dengan kekuatan lamanya. Trio penyerang Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino masih menjadi kekuatan utama Liverpool. Berdasarkan data di whoscored.com kombinasi ketiganya pun menyumbang lebih dari separuh gol Liverpool di Liga Inggris dengan total 40 gol.

Ketangguhan lini belakang juga menjadi faktor lain mengapa Liverpool juara liga musim ini. Dipimpin oleh Virgil van Dijk, The Reds hanya kebobolan sebanyak 21 gol dalam 31 pertandingan Liga Inggris musim ini. Torehan ini menjadikan tim asuhan Jurgen Klopp sebagai tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit musim ini.

Maka tak mengherankan bila Liverpool begitu menakutkan di Liga Inggris musim ini. Sepanjang 31 pekan, Jordan Henderson dan kolega berhasil menang di 28 laga dan hanya 3 kali kehilangan poin (2 seri, 1 kalah). Mereka juga digdaya kala melawan anggota the big six musim ini dengan belum sekalipun meraih kekalahan. Luar Biasa!

Liverpool juga terkesan mengalihkan fokusnya untuk memburu gelar Premier League musim ini. Setelah tersingkir di Piala Liga, Piala FA, dan Liga Champions, armada Jurgen Klopp memusatkan seluruh kekuatannya di Liga pada sepanjang musim berjalan.

Puasa gelar selama 30 tahun tentu bukan hal yang ingin dilanjutkan The Reds tiap tahunnya. Tragedi hampir juara di 2014 masih lekat di ingatan Fans Liverpool, dimana sang Kapten kala itu terpleset di pertandingan krusial melawan Chelsea. Kini ungkapan “Next Year is Our Year” setidaknya bisa dilupakan sejenak para Fans Liverpool untuk menepis ejekan dari penggemar tim rival.

Sekali lagi, selamat atas gelar Premier League, Liverpool!

Kredit foto: Telegraph