Tara Basro dan Akting Emasnya

Aktris ini punya personalitas istimewa yang dapat memalingkan berjuta pasang mata untuk hanyut dalam skenario perannya. Paras cantik secuil judes, elok tubuh, cara bicara dan teknik aktingnya memukau. Piawainya dalam memainkan peran pada film-film dekade ini sukses menuai puji. Ialah Tara Basro.

Tara Basro seolah punya kenop ajaib dalam benak yang membuatnya bisa seketika berganti karakter dan emosi. Kebolehannya menokoh berbagai karakter dalam sinema layar lebar Indonesia akhir dekade ini patut diapresiasi setinggi-tingginya. Dirinya punya pamor kuat nan orisinil dalam setiap tampilnya. Emosi, mimik, gestur hingga vokalnya luwes kala lensa menyorot kedua bola mata indahnya.

Perempuan kelahiran Juni 1990 ini memulai debut layar lebarnya dalam sekuel Catatan (Harian) Si Boy (2011). Tokoh Putri yang diperankannya sukses memikat dan membuktikan kapabilitasnya dalam bersandiwara. Selanjutnya ada Hoax (2013), film yang menggabungkan langsung unsur drama, thriller dan komedi besutan Falcon Picture ini cukup kompleks. Peran Tara Basro dalam film ini juga dirasa cukup rumit dengan berbagai kepribadian dan ingatan. Film Hoax (Rumah dan Musim Hujan) ini pun kian memantapkan langkah wanita asal Kota Makassar ini menuju judul-judul sinema layar lebar lain dengan tingkat kesulitan tinggi.

Loncat ke 2016, film komando Joko Anwar, A Copy Of My Mind rasanya jadi pembuktian karir dan kualitas Tara Basro. Film sarat prestasi dan nominasi ini sukses menjadi roket bagi Tara Basro untuk kian melesatkan namanya dalam kancah perfilman. Titel Pemeran Utama Wanita Terbaik di ajang penghargaan Festival Film Indonesia 2015 (Piala Citra) dan Pemeran Utama Wanita Terfavorit di Usman Ismail Awards 2016 sukses diboyong Tara berkat jerih payah dan kesempurnaan aktingnya. Selanjutnya film-film sukses tanah air jadi santapannya. Ini Kisah Tiga Dara (2016), Pengabdi Setan (2017), Gundala (2019) dan Perempuan Tanah Jahanam (2019) pun sukses dengan gemilang ia bintangi.

Tara Basro juga dikenal sebagai aktris yang gemar mengkampanyekan hak perempuan, anti patriarki dan body positivy. Vokalnya dalam menggaungkan ajakan untuk tidak malu dan percaya diri dengan bentuk tubuh pun membuatnya kian dicintai para fansnya.