Steven Spielberg, Sutradara Terbaik di Kawah Candradimuka

Figur ini adalah nabi yang punya mukjizat memadu rasa suatu cerita ke dalam buaian audio-visual mumpuni. Beragam karyanya masuk dalam jajaran film terbaik atau bahkan terkultus yang pernah di buat manusia. Dirinya merupakan insan perfilman sejati, dengan kecerdasan dan berjuta ide brilian. Tepuk tangan yang meriah dan beri sanjungan setinggi mungkin, ini dia, Steven Spielberg.

Steven Spielberg merupakan maestro yang membidani karya-karya film terbaik pun memukau mata dan mengaduk rata emosi penontonnya. Mari mengingat kembali beberapa karya lamanya, ketika film thriller Jaws berulang kali diputar stasiun televisi lokal namun selalu saja berhasil membuah adrenalin lewat adegan-adegan ekstrimnya dan begitu pula dengan terror binatang pra-sejarah yang disajikan dalam fiksi-ilmiah Jurassic Park. Jangan lupakan juga bagaimana dirinya direct berbagai adegan heroik yang memporak porandakan emosi penyaksi film Saving Private Ryan. Ataupun ketika berjuta pasang mata dibuat gondok melihat kelakuan Frank Abagnale yang diperankan Leonardo DiCaprio di sinema Catch Me If You Can.

Steven Spielberg juga dapat dikatakan sebagai seorang perfeksionis ulung yang menitikberatkan faktor-faktor estetika visual. Terbukti dari berbagai caranya melukis berbagai scene berlatar waktu lampau dan mengkomandoi berbagai set CGI. Seperti dalam karya perfeknya di trilogy Indiana Jones yang berisi visual-visual bernas, The BFG dengan animasi-animasi CGI terbaiknya, serta cara Spielberg menggambarkan atmosfir Perang Dunia 2 di film Schindler’s List yang tidak segan-segan menghadirkan set mencekam Holocaust demi totalitas filmnya.

Selama karirnya, Steven Spielberg sukses menyabet 2 Academy Awards untuk kategori Best Director, 34 film yang memenangi berbagai kategori di Academy Awards, serta gelar kehormatan yang disematkan di depan namanya. Maka tidak perlu kaget bila Steven Spielberg didaulat sebagai sineas paling sukses dalam kancah perfilman Amerika, bahkan dunia, hingga detik ini.

Oh ya, satu lagi, semua teknologi canggih bermulai dari film Steven Spielberg: ET dan Close Encounters of The Third Kind.