Otong Koil Pensiun Disko: Lagu club di sini nggak Ada yang cocok

Otong Koil merupakan sosok musisi yang bisa dibilang komplit. Tampan, lagu-lagu yang dia ciptakan rata-rata bernotasi bagus, dengan lirik yang berkelas, lalu ujaran kontroversi-nya sering dijadikan idiom oleh para fans Koil. Namun pria 48 tahun bernama lengkap Raden Mas Julius Aryo Verdijantoro ini sudah merasa karir musiknya mentok sejak 20 tahun lalu. Dia pun sudah menghentikan kegiatan disko-nya sejak 10 tahun lalu

How’s life?
So far so good, so sad also

Mengapa belakangan ini kesedihan selalu menghiasi hidup Anda? Kutukan, kah? Atau karma dari perbuatan-perbuatan Anda di masa lalu?
Nggak tau ya, saya bukan orang yang sedihan juga, sih. Namun sejak pisah dengan anakku yang perempuan, sekarang setiap hari terasa menyedihkan. (Otong Koil telah bercerai dengan istri kedua-nya, dan si anak ikut sang Ibu).
Oh ya, saya tidak percaya karma, dan seandainya karma itu ada, kebanyakan kehidupanku di masa lalu diisi oleh hal-hal baik.

Ngomong-ngomong, masih suka clubbing nggak?
Sudah lama ngga, nih. Terakhir saya pergi ke disko, kayaknya 10 tahunan yang lalu.

Home Session?
Nggak pernah, tuh.

Ok. Jadi, sekarang kegiatan nightlife Anda apa?
Kehidupan saya hanya seputar rumah dan kantor, setiap hari seperti itu. Jadi, kehidupan malam pun ya hanya di rumah saja.

Menurut Anda, Bandung masih menyenangkan?
Lebih menyenangkan Jakarta. Dan, saya juga di Bandung sudah tidak pernah kemana-mana.

Kalau ke Jakarta, selain urusan manggung dengan Koil, apakah Anda ada bisnis lain di ibu kota?
Saya ada pekerjaan mixing lagu-lagu orang lain, dan bayarannya lumayan besar. 10 juta-lah per album, pengerjaan paling lama 2 hari.

Siapa aja tuh, musisi atau band yang lagunya pernah Anda mixing?
Saya tidak pernah menanyakan nama musisi maupun band-nya. Hanya berupa files saja dari yang punya studio.

Ada perasaan mentok di karir musik Anda?
Saya sudah merasakan itu sejak 20 tahun yang lalu, dan kayaknya saya juga merasa tidak punya karir di musik. Musik tidak menghasilkan uang yang saya inginkan. Ya sudah, jadinya hanya sekedar hobi saja.

Bukannya album Megaloblast sempat bikin Anda menjadi jutawan, ya? Mengingat masterpiece Koil tersebut berhasil terjual ratusan ribu kopi.
Secara keuangan sih, nggak.

Dari Rumah Makan Legoh (Legoh drummer Koil) ada penghasilan juga dong?
Dari Legoh pun saya belum menghasilkan uang.

Jadi sekarang penghasilan pasti Anda dari apa saja?
Pengeluaran saya lumayan besar per-bulannya, jadi sekarang serabutan, jual ini itu.

Jualan apa saja tuh?
Jual beli gitar, mobil, sepatu, macam-macam lah pokoknya. Ohya, sama jualan hairtonic juga. Sekarang ini saya baru saja membuat produk hairtonic untuk anjing dan kucing. Menyusul, mau jualan vape dan liquid dengan merk Koil.

Aih, cute! Hairtonic untuk anjing dan kucing. Haha. Ada lagi nggak yang lupa kesebut?
Bikin kopi obat kuat, pakai brand Koil juga.

Gusti, Anda kreatif banget ya!
Ahahahaha, maklum, butuh uang.

Oh ya Tong, Anda masih merasa clubbing sebagai sebuah kebutuhan nggak?
Clubbing di sini lagunya nggak ada yang cocok sama telinga saya. Dan saya juga lagi repot urusan hukum.

Tapi Anda masih aktif nge-DJ?
Masih, sama Adam (pemain bass Koil)

Thank you, Tong, untuk waktunya
Iya 🙂