Mike Patton : Tuhannya Olah Vokal Yang Selalu Selangkah Lebih Depan

Nampaknya perlu usaha super keras untuk berkata tidak suka pada album funk-metal The Real Thing cipta Faith No More. Kesebelas materi di dalamnya penuh keelokan vokal yang didesis dan dikumandangkan dengan ragam teknik suara berkelas sang fenomenal Mike Patton, dan harmonisasi instrumen-instrumen cadas tempo tinggi yang disaji Billy Gould (Bass), Roddy Bottum (Kibor), Jon Hudson (Gitar) dan Mike Bordin (Drum).

Dalam 54 menit 58 detik sakral, album ini terdengar bak Maha Karya pembuka sekaligus perkenalan dari formasi baru Faith No More dengan suara magis Patton di ujung genggaman mic.

Mike Patton merupakan anak emas kancah musik dekade 80-90an yang punya tabiat ajaib di sepanjang jalan karirnya. Bermodalkan mukjizat kemampuan jelajah vokal, kejeniusan bereksperimen dengan notasi dan mental baja yang garang membuatnya cocok dibaiat sebagai rockstar sejati, predator di industri, atau sebagai partner paling sahih untuk dirangkul dalam mengeksekusi karya-karya terbaik.

Patton muda mengawali karir musiknya bersama dua teman sekolah menengah atasnya di 1985 yang tergabung dalam band experimental-rock bernama Mr.Bungle. Kepiawaiannya mengolah vokal dengan khasnya di Mr.Bungle berujung ajakan bergabung yang ditawarkan Faith No More untuk menggantikan posisi lead vocal yang sebelumnya yang diisi si Emosional, Chuck Mosley.

Akhirnya di 1989 resmi lah Mike Patton mengiyakan ajakan Faith No More dengan penuh keyakinan. Perjalanannya bersama FNM pun mulus hingga mencetuskan album brilian The Real Thing dengan nomor terhitsnya, Epic, yang kian membawa nama Faith No More dan dirinya naik ke tahap popularitas.

Dirinya dan Faith No More kian tak terpisahkan selang kelahiran tiga album selanjutnya. “Angel Dust”, “King for a Day… Fool for a Lifetime” dan “Album of the Year” yang dilepas dan telah ditelan secara lahap-lahap oleh para pemerhati sejati karya-karya berbahaya cipta mereka. Namun bukan Rockstar jika hidup hanya lurus tanpa selisih, drama panas seterunya dengan kawan sealiran, Red Hot Chilli Papers, kian memuncak akibat tuduhan “peniru” yang dilontarkan Anthony Kiedis kepada Mike Patton. Drama panas yang berlangsung hingga masuk status bubuyutan.

Lupakan drama tersebut, Patton tetap bisa berbinar di ranah tanpa embel-embel picisan itu. Pada 1998 Faith No More memutuskan bubar di puncak suksesnya, namun Patton tetaplah berbahaya dengan suaranya yang menjangkau enam oktaf dan semangat eksplorasinya.

Kali ini ia punya eksperimen berbeda dengan gaung metal, bersama Fantomas yang diisi para maestro sekelas drummer Dave Lombardo (ex-Slayer), gitaris Buzz Osborne (Melvins) dan bassis Trevor Dunn (Mr. Bungle, Tomahawk). Produktivitasnya tetap terasah dengan telurkan empat butir album dari 1999 hingga 2005.

Selain Fantomas, Mike Patton juga menggema bersama Tomahawk, Teem Sleep, The Dillinger Escape Plan, Peeping Tom, dan masih banyak kolaborasi-kolaborasi lainnya. Entah darimana asal staminanya yang tidak kenal lelah menazamkan kreasi baru. Entah emosinya, entah nalurinya, atau silinder ganda dalam tubuh bengal dan rongga tenggorokannya yang terus memompa variasi kreatif hingga ke titik terujungnya.