Mengenal Carla Bruni, Seniman Eksentrik Mantan Ibu Negara Prancis

Seniman luar biasa ini adalah Carla Bruni, seorang penyanyi, penulis lagu, dan juga mantan model berkebangsaan Prancis-Italia. Perempuan kelahiran Turin, Italia 23 Desember 1967 ini adalah seorang istri dari mantan Presiden Republik Prancis, Nicolas Sarkozy.

Walau telah menjadi seorang Ibu Negara, perempuan hebat ini tidak serta merta melupakan dan meninggalkan bakatnya sebagai seorang seniman.

Awal Karir Carla Bruni

Ketika usianya 19 tahun, Carla memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan demi memenuhi gairah serta hasratnya untuk berkarir sebagai model. Kemudian ia mendapatkan kontrak dengan City Models, di mana setelah itu Carla berhasil terpilih menjadi model iklan Guess.

Setelah itu, Carla kerap menjadi model iklan di  berbagai brand mewah lain seperti Christian Dior, Givenchy, Christian Lacroix, Yves Saint-Laurent, Chanel dan Versace.

Pada era 90-an, nama Carla Bruni berhasil masuk ke dalam kategori 20 model termahal di dunia. Sejak saat itu, karir Carla di dunia model semakin melesat pesat.

Ketika menjadi model, perempuan seksi ini sempat menjalani hubungan dengan Eric Clapton, Mick Jagger, dan juga Donald Trump.

Setelah bosan menjadi model, Carla Bruni mengundurkan diri, dan mengejar gairah barunya sebagai seorang penulis lagu dan juga penyanyi.

upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/7/7c/Qu...
Album pertama Clara Bruni Quelqu’un M’a Dit. Sumber: en.wikipedia.org

Berawal dari mengirimkan lirik kepada Julien Clerc, Clara Bruni berhasil mengeluarkan debut album pertamanya ‘QUELQU’UN M’A DIT’ yang diproduksi oleh Louis Bertignac pada tahun 2002. Album tersebut berhasil terjual sebanyak 2 juta kopi.

Selama berkarir dalam dunia musik, Carla Bruni sukses menunjukkan bakatnya sebagai penulis lagu bernuansa Pop-Jazz, di mana dia berhasil masuk ke puncak tangga lagu Prancis pada era tersebut, melalui berbagai hitsnya.

Tahun 2007, Clara Bruni merilis album solo berjudul “No Promises”. Lagu-lagu pada album ini lirik-liriknya mengambil puisi karya dari Yeats, Emily Dickinson, Auden, Dorothy Parker, Walter de la Mare, dan Christina Rosetti.

Tiga lagu Carla Bruni juga berhasil masuk ke dalam beberapa film Amerika, di antaranya karya Hans Canosa berjudul “Conversation With Other Woman” pada tahun 2005, “Le Divorce” di tahun 2003, dan “500 Days of Summer” di tahun 2009.

Tak disangka, pada tahun 2004 Carla Bruni mendapat penghargaan European Border Breakers Awards (EBBA) sebagai seorang penyanyi internasional melalui album pertamanya.

Menjadi Seorang Ibu Negara Republik Prancis
Nama Bayi Carla Bruni-Sarkozy 'Giulia' - VIVA
Carla Bruni dan suaminya Nicolas Sarkozy. Sumber: viva.co.id

Karirnya di dunia musik pun harus terhenti ketika menjadi seorang first lady dari mantan Presiden Republik Prancis Nicolas Sarkozy. Selama menjadi first lady, Carla Bruni dikenal sebagai seorang Ibu Negara yang bijaksana dalam menggunakan kekuasaannya untuk menolong banyak orang.

Setelah selesai dengan jabatannya sebagai seorang first lady, seniwati hebat ini tak berhenti berkarya, di mana dia masih sempat meluncurkan album keempatnya yang diberi judul “Little French Song”. Carla Bruni mengaku sangat bahagia akan pencapaiannya ini.

Dalam album terbarunya itu, Carla menciptakan sesuatu yang berbeda, di mana dia mampu memberikan warna musik yang condong ke genre pop serta folk.

Dalam album tersebut, ia mengungkapkan rasa cinta terhadap suaminya, lalu pengalaman cinta dia di masa lalu, di mana dia lagi-lagi sukses menambahkan sisi romantisme seorang wanita matang, yang merepresentasikan dirinya.

Hingga saat ini, nama Clara di dunia musik terus dikenal sebagai seorang seniman yang sangat menginspirasi perempuan-perempuan untuk terus berkarya, yang mampu mengejar passionnya ditengah jabatan yang ia jalani.