Kamala Harris, Obama Baru Pendamping Joe Bidden

Joe Bidden resmi memilih Kamala Harris sebagai calon wakil presiden yang akan mendampingi dirinya pada pemilihan umum presiden Amerika pada 3 November 2020.

Melalui twitter, dirinya mengatakan alasan memilih Kamala Harris karena dirinya adalah seorang pejuang yang tidak mengenal takut bertarung untuk kepentingan rakyat kecil. Menurut Joe Bidden, Kamala Harris merupakan salah satu pelayan rakyat terbaik.

Profil Kamala Harris 

Kamala Harris lahir di Oakland, California, Amerika Serikat pada 20 Oktober 1964. Dirinya adalah anak dari Shyamala Gopalan yang berimigrasi dari Tamil, India yang menjadi ilmuwan kanker payudara. Ayahanda Kamala yaitu Donald J. Harris adalah seorang profesor Ekonomi emeritus dari Universitas Stanford yang berimigrasi dari Jamaika Inggris.

Tahun 1986, Kamala mendapat gelar sarjana muda di bidang ilmu politik dan ekonomi dari Howard University. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikannya, dan mendapatkan gelar sarjana hukum dari Hastings College pada 1989. 

Kamala Harris adalah seorang pengacara sekaligus politikus Amerika Serikat. Dirinya merupakan keturunan India-Afro-Afrika. Tahun 2017, Kamala Harris menjabat sebagai Senator Amerika Serikat Junior untuk California.

Perjalanan Karir Kamala Harris

Awal mula karir Kamala Harris dimulai ketika dirinya menjabat sebagai wakil jaksa di wilayah Oakland pada tahun 1990-1998. Dia dikenal sebagai seorang “jaksa penuntut yang handal dalam perjalanan saat menjadi penuntut kasus kekerasan, perdagangan narkoba, dan pelecehan seksual. 

Tahun 2000, Harris menjalankan tugas baru sebagai Divisi Layanan Keluarga dan Anak yang mewakili kasus pelecehan dan penelantaran anak. Ia bekerja untuk Pengacara Kota Louise Renne di Balai Kota San Fransisco. 

Setelah menggeluti perannya sebagai seorang jaksa penuntut selama bertahun-tahun dan berperang dalam setiap kasus yang ditanganinya, Kamala Harris mencalonkan diri melalui partai Demokrat sebagai anggota Senat Amerika Serikat pada tahun 2015.

Dalam kampanyenya, ia menyerukan reformasi imigrasi, peradilan tindak pidana, kenaikan upah minimum dan perlindungan perempuan. Kamala Harris memenangkan pemilu dan terpilih menjadi Anggota Senat Amerika pada tahun 2016. Setelah menjabat, pada tahun 2017 dirinya menjalani tugas di Komite Seleksi Intelijen dan Komite Kehakiman.

Tahun 2018, dirinya secara resmi mengumumkan pencalonannya sebagai Presiden Amerika Serikat 2020. Setelah pencalonannya, Kamala Harris dianggap sebagai pelopor dan pesaing utama dalam nominasi pemilihan Presiden Amerika Serikat tahun 2020.

Namun, karena kekurangan dana akhirnya Kamala Harris mengundurkan diri pada tanggal 3 Desember 2019 dari pencalonan Demokrat dan mendukung Joe Bidden sebagai Presiden.

Penghargaan dan kehormatan

Pada tahun 2005, Kamala Harris mendapatkan penghargaan dari Thurgood Marshall Award sebagai 20 wanita paling kuat di Amerika.

Pada tahun 2006, Howard University memberikan penghargaan Alumni Luar Biasa kepada Kamala Harris untuk “pekerjaan luar biasa di bidang hukum dan layanan publik.”

Kemudian di tahun 2007, Ebony menamainya sebagai salah satu dari “100 Orang Amerika Kulit Hitam Berpengaruh. Ia pun dinobatkan sebagai “Pengacara Tahun Ini” oleh pengacara California dan mengidentifikasikan dirinya sebagai pejuang tangguh yang berpotensi menjadi Presiden Amerika Serikat.

The Daily Journal menunjuk dirinya sebagai 100 Pengacara teratas dan 75 litigator wanita teratas di Negara Bagian. Tahun 2013, Time menyebut Harris sebagai “100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia”.

Sebagai kaum minoritas, Kamala Harris membuktikan dirinya sebagai “Perempuan Tangguh” yang menginspirasi serta memperjuangkan dan membela hak-hak orang lain melalui pekerjaan yang ia jalani. Kamala Harris oleh banyak media disebut sebagai Obama baru.

Bagaimana menurut Anda, apakah Kamala Harris layak mendampingin Joe Bidden sebagai Cawapres dalam Pemilihan Presiden 2020 nanti?