Puja Puji Untuk The Godfather of Broken Heart, Didi Kempot

Di tengah gempuran Indie hari ini, Didi Kempot hadir menjadi penyeimbang pilihan bagi generasi milenial. Nilai tawar beliau tak kalah menarik bila dibandingkan musisi yang sering menjadi headline dalam setiap festival. Kombinasi maut antara musik campursari dan lirik magis menyentuh hati menjadi ramuan jitu penyanyi berusia 52 tahun itu. Rasanya tak habis kata untuk memuji karya monumental sang “The Godfather of Broken Heart.”.

Jujur sebelum menyaksikan fenomena “Sobat Ambyar” ramai di media sosial, sebenarnya saya tak begitu mengikuti kiprah adik dari pelawak legendaris Alm. Mamiek Prakoso ini. Namun di pertengahan tahun kemarin ada kejadian yang sepertinya menjadi pemicu dari cikal bakal perjalanan musisi masa lampau tersebut untuk menjadi sangat fenomenal di tahun ini. Saya melihat sebuah video di Twitter yang menayangkan sekelompok anak muda bernyanyi salah satu lagu milik Didi Kempot dengan begitu lantang.

Sebenarnya video tersebut biasa saja, namun yang membuat tergugah adalah postingan video tersebut menarik banyak impresi. Puja puji pun berdatangan kepada Didi Kempot, bahkan didominasi oleh kalangan milenial usia muda yang merasa perasaannya terwakili oleh lagu-lagu karya milik penyanyi bernama lengkap Didi Prasetyo ini.

Sontak nama Didi Kempot menjadi perbincangan luas di Twitter, sampai-sampai bertengger di nomor lima trending topic Indonesia. Viral fenomena ini kemudian meluas, hingga akhirnya Didi Kempot mendapat banyak undangan untuk kembali tampil di Ibu Kota. Ketenarannya semakin menjadi-jadi ketika Youtuber Gofar Hilman membuat video Ngobam bersamanya. Di mana video tersebut mencapai jutaan viewers. Efeknya, dia pun kebanjiran undangan dari pelbagai TV Swasta.

Lagu-lagu milik Didi Kempot ini sebenarnya memilki pesan sederhana. Mayoritas lirik lagunya bertema tentang manis pahitnya cinta. Ada yang bercerita tentang beratnya menahan perasaan rindu, ada pula yang bercerita tentang sulitnya melupakan mantan. Yang tragis, ada satu lagunya yang menceritakan pahitnya dikhianati sosok terkasih.

Lagu “Cidro” jadi favorit saya, Didi Kempot menceritakan bagaimana pahitnya dibohongi janji manis dari sang kekasih. Dia pun menyanyikannya begitu lirih dengan lirik seperti di bawah ini.

Kepiye maneh iki pancen nasibku
Kudu nandang loro kaya mengkene
Remok ati iki yen eling janjine
Ora ngiro jebulmu lamis wae

Bila diterjemahkan ke Bahasa Indonesia kira-kira seperti ini artinya:

Bagaimana lagi nasibku ini
Harus menanggung sakit seperti ini
Remuk hati ini kalau ingat janjimu
Tak kukira hanya manis di bibir saja

Sedangkan di “Layang Kangen” , Lord Didi (belakangan netizen dan media menyebutnya dengan sebutan ini) menggambarkan keinginan seseorang untuk melupakan mantan yang telah menyakiti. Segala cara telah dilakukan, namun ingatan tentangnya terlalu sulit untuk dilupakan.

Wis tak coba ngelaleake
Jenengmu soko atiku
Sak tenane aku ora ngapusi
Isih tresno sliramu

Yang kira-kira terjemahannya seperti ini:

Sudah ku coba melupakan
Namamu dari hatiku
Sesungguhnya aku tidak berbohong
Masih cinta dirimu

Sungguh menyayat hati bukan kumpulan lirik di atas?

Dibalik lirik lagunya yang terkesan sendu, Didi Kempot memilki ungkapan tersendiri yang menjadi penyemangat para Sobat Ambyar (sebutan penggemar militannya). “Loro ojo ditangisi, nanging dijogeti wae,” menjadi kalimat sakti yang dapat menyembuhkan rasa sakit hati yang mendera kalbu.

Perawakan yang sederhana dan karakter hangatnya menjadi sentuhan magis lain dari Didi Kempot. Dirinya begitu dicintai oleh Sobat Ambyar. Kumpulan penggemar yang terdiri dari Sadbois dan Sadgerls ini selalu setia mengikuti konser yang melibatkan Didi Kempot di dalamnya.

Yang makin membuat saya takjub dengan pemilik lagu “Stasiun Balapan” ini adalah kekuatan magisnya. Festival musik sekaliber Synchronize Festival pun tak ketinggalan memasukkan nama Didi Kempot untuk menjadi salah satu headliner

Kini setelah beberapa bulan namanya tetap mencuat di permukaan, tak ada tanda-tanda bahwa Didi Kempot akan kehilangan pamor. Masih banyak yang menantikan kiprahnya, malahan penyanyi yang sudah terkenal hingga ke Suriname ini telah menyiapkan 5 lagu baru yang siap rilis ke pasaran. Dikutip dari Tagar, Lord Didi menyatakan bahwa lagu barunya tersebut masih tentang cinta, utamanya patah hati.

“Kayaknya sebentar lagi, menjelang tahun baru. Masih tentang cinta, patah hati,” ujar pelantun “Sewu Kutho itu saat ditanya mengenai lagu terbaru miliknya.

Didi Kempot merupakan anomali di blantika musik Indonesia. Bagaimana tidak, di usianya yang sudah senja Lord Didi kembali merasakan ketenaran. Dirinya masih menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Tambahan fans baru dari generasi milenial masa kini semakin menegaskan supremasi Didi Kempot.

Akhirnya, kita semua patut berterima kasih kepada sang “Godfather of Broken Heart”. Berkatnya patah hati tak lagi menjadi hal yang perlu ditangisi dan bisa dirayakan dengan hati yang gembira.

Patah hati? Jogeti wae!