Dipha Barus: Talking Heads, Optimo, Pon Your Tone, Target Market

Disjoki ini sudah berada di deret atas seniman bebunyian elektronik legendaris Indonesia. Setelah satu dekade lebih, Dipha Barus berhasil menapak karir gemilang sebagai musisi yang begitu mumpuni, disertai kemampuan membuat lagu yang sangat andal. Dia mengerti industri ini, dan tahu cara menjalannya dengan baik.

Selain mendengarkan berbagai macam jenis musik, Dipha Barus remaja tertarik dengan materi-materi lagu dari band seperti Nirvana, Bad Religion, Sex Pistols, Dead Kennedys, Sepultura album awal, juga Cradle Of Filth. “Mereka semua itu memberi pengaruh terhadap karya-karya gue,” ungkap Dipha.

“Gue juga banyak belajar groove dari genre musik seperti punk, hardcore, metal, post punk, dan grup semacam Siouxsie And The Banshees, dari situ gue ke hook up sama Talking Heads,” tambah dia.

Pria bernama lengkap Dipha Kresna Aditya Barus ini menambahkan “Hingga pada akhirnya pada suatu ketika, gue menemukan mixtape berupa kumpulan dari berbagai genre, dari seorang DJ yang namanya Optimo. Dari situ terbuka cakrawala gue, oh ternyata dari semua lagu yang pernah gue dengerin itu lagu-lagunya bisa di dijeyin ya,” ujarnya sambil tertawa kecil.  

“Dari situ gue juga tau ada mixtape-nya tentang no wave era New York Noise dari tahun 70-an hingga 80-an, yang bikin gue open minded terhadap musik bahwa kalau jadi DJ itu ngga harus seperti ini, kalau EDM ngga harus seperti itu,” cerita Dipha mengenai siapa dan apa yang memengaruhi jalan bermusik-nya.

Lelaki yang menamatkan bangku kuliahnya di negeri Jiran tersebut mengungkapkan, bahwa ketertarikan dia terhadap profesi disjoki berawal dari drum and bass. “Gue tau elektronik musik itu dari Primal Scream album Screamadelica, Chemical Brothers, serta Prodigy. Dan kebetulan pada saat itu gue main skate, dan yang dekat dengan skate itu drum and bass,” tukas pria berusia 36 tahun ini.

Formula Dipha Barus dalam menciptakan lagu pop adalah sebuah karya utuh yang selayaknya dapat didengarkan dalam suasana apapun, “Pop kan musik yang mass, jadi gue membuatnya supaya bisa dinikmati oleh orang-orang pada saat mereka bekerja, ketika mereka berada di dalam angkot, di supermarket, dan juga bisa didengar di radio manapun. Berarti formula aransemennya haruslah suitable untuk suasana dan media tersebut. Gue ngga buat lagu yang depannya  harus drum breaks, yang panjang banget, karena ngga suitable juga untuk tempat-tempat dan media barusan. Jadi gue taro hook-nya di depan, di 15 detik pertama,” tutur Dipha.

Disjoki yang banyak menuai penghargaan dalam ajang Anugerah Musik Indonesia Awards 2016, 2017, dan 2018 ini, menyebut Strategi marketing yang dia jalankan bersama Pon Your Tone memiliki misi agar berbagai karyanya bisa sampai ke target market yang tepat. Mereka selalu memikirkan strategi campaign-nya lebih dulu dan juga melakukan riset sebelumnya. “Nggak semua berhasil, ada juga yang failed, tapi kami tetap mencobanya terus. Pokoknya coba terus aja sampai berhasil,” imbuh pria yang pernah bekerja sebagai desainer grafis di Malaysia ini.

Terakhir saat merilis “You Move Me”, single terbaru Dipha Barus bersama Monica Karina, dia mengajak pendengarnya untuk menangkap pesan positif yang terkandung di dalam lagu tersebut. “Lo kalau mau happy, lo move. Kalau mau sehat, lo move. Jadi kita udah tahu tuh, mau ajak kerja sama siapa aja, semisal dengan mengajak komunitas zumba challenge dan komunitas dance,” ujarnya.

Dipha Barus banyak melakukan talent scouting untuk menemukan kolaborator-kolaborator yang se-frekuensi dengan visi misi-nya. Jika vibe-nya sama, tanpa sungkan pria yang pernah berkolaborasi dengan Nadin Amizah dan Kallula ini akan langsung mengajak dia bekerja sama. Dan ketika ditanya mengenai wabah karaoke serta nostalgia di banyak acara maupun club masa kini, Dipha berpendapat bahwa hal penting bagi seorang DJ itu adalah tahu kapan waktunya menurunkan lagi di momen yang tepat. “Jika DJ-DJ karaoke tersebut sudah tahu akan hal ini, maka fenomena karaoke akan long lasting,” tutup pria pengagum Guruh Soekarnoputra ini ketika mengakhiri perbincangan.

Video Wawancara Dipha Barus